Kamis, 24 Agustus 2017

Bu Dokter Koki Handal

Caca, bagitu sapan akrab putri sulung kami yang berusia 8 tahun. Nama lengkapnya adalah Annisa Khumairah. Caca merupakan anak periang yang banyak bicara. Sejak usia balita sudah tiga kali berganti cita-cita. Awalnya, Dokter merupakan cita-citanya yang pertama, yang tahun berikutnya berubah menjadi ingin Koki yang jago mmasak dan punya restoran yang besaaar. Namun sekarang bila ditanya apa cita-citanya, makan dengan mantap ia menjawab menjadi Dokter yang jago memasak.

Hobinya jika hari libur sekolah adalah ikut bunda utak atik mempraktikkan resep baru di dapur. Setiap kali bunda memasak, caca selalu ingin terlibat, mulai dari sekedar mencuci dan mengupas bahan masakan, hingga terlibat dalam proses pengolahan menjadi makanan. Setiap hari ahad, Caca mendapat ijin menonton tayangan yang bernilai positif di youtube, dan kesempatan ini hampir selalu digunakannya untuk menonton tayangan koki cilik.

Saat bermainpun seringkali peran yang dia ambil adalah sebagai koki yang memiliki restoran. Bergaya seakan sedang melayani pesanan pelanggan dengan memasakkan pesanannya. Dan disaat lain, dia berlagak sebagai cheff yang sedang memandu program memasak di televisi. Nah untuk yang terakhir ini, bahkan caca sampai meminta bunda untuk merekam aksinya memasak didapur dengan gaya bak cheff handal sedang memandu acara memasak.

Hingga hari ini, Caca masih konsisten dengan cita-citanya menjadi Dokter sekaligus koki handal. Akankah cita-cita dan minatnya berubah lagi? Kita lihat saja nanti... :D


#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Jumat, 11 Agustus 2017

Aliran Rasa Game Level 6

Luar biasa.
Game kali ini emang kereeen... banget.
Saya tidak pernah menyangka, mengajarkan matematika pada anak akan sesederhana dan semenyenangkan ini.

Satu hal yang paling saya ingat dan membuat mata terbuka pada game level ini adalah prinsip mengajak anak-anak menemukan kembali konsep matematika sebagaimana ilmuwan dan para ahli dulu menemukannya.
Konsep...ahaa, inilah dia yang akan menjadi dasar pemaham bagi siapapun yang ingin mempelajari matematika. Ketika kita tak menguatkan konsep, maka kegalauanlah yang akan timbul saat kita bertemu dengan berbagai persoalan matematis.

Melalui kejadian real disekitar kita, bahkan melalui permainanpun kita bisa mengajak anak-anak menemukan kembali konsep matematika. Menyenangkan sekali, anak riang ibupun senang.

Sungguh suatu berkah dan keberuntungan dari Allah SWT saya bisa belajar di Institut Ibu Profesional ini. Setelah melalui game level 6 ini tetiba rasanya saya begitu mencintai matematika....aaah, senangnya... :)
Terima kasih bu Septi
Terima Kasih IIP.


#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Sabtu, 05 Agustus 2017

Ouh, Ini Namanya Algoritma

Sabtu adalah hari yang selalu kami tunggu-tunggu, karena dihari sabtu kami semua berkumpul full selama 24 jam Hari ini adalah jadwal  kakak Annisa yang berusia 7 th untuk belajar menanak nasi menggunakan magicom.

Annisa : "caranya gimana bunda?"

Bunda : "Ini kak, bunda udah tuliskan langkah-langkah menanak nasi mnggunakan magicom."
1. Mulai
2. Takar beras menggunakan gelas takar sebanyak yang sibutuhkan, lalu masukkan kedalam baskom cuci.
3. Cuci beras didalam baskom sebanyak 2x.
4. Masukan beras yang telah dicuci kedalam panci magicom, lalu beri air sebanyak 1ruas jari dari permukaan beras.
5. Lap bagian luar panci hingga kering
6. Letakkan panci kedalam magicom, lalu tutup
7.  Hubungkan kabel power magicom ke stop kontak listrik
8.  Pilih tobol megicom pada posisi cook
9). Selesai

Annisa : "Urutannya boleh kebolak-balik gak bun pas kita ngerjainnya?"

Bunda : " Gak boleh kak, harus runut sesuai urutannya."

Annisa : "Oke bunda. Insya Allah kakak ngerti dan yakin bisa".

Bunda : "Alhamdulillah. Oiya, kakak tau nggak, langkah-langkah yang bunda tulis itu kalau dalam matematika dinamakan algoritma menanak nasi menghunakan magicom."

Annisa : "Hmm..kayanua kakak pernah liat buku ayah yang judulnya algoritma bun. Ouh ternyata algoritma itu begini. Hihiii...namanya bagus ya bun."

Bunda : "iya namanya bagus ya kak. Dan kakak tau nggak penemu algoritma itu adalah ilmuwan muslim lho."

Annisa : " Waah hebat sekali bun. Siapa nama orangnya bun?"

Bunda : " nah kakak selesaikan dulu latihan menanak nasinya, setelah itu kita baca buku Ensiklopedia Mukjizat Al-Qur'an punya kakak, disana ada kisahnya."

Annisa : "Oke bunda. Kalau latihan kakak berhasil boleh ya bun setiap hari libur kaka yang menanak nasi?"

Bunda : " Tentu saja boleh nak."

Ketika sesi latihan selesai maka kami bersama-sama membaca kisah sang penemu Algoritma.


#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Jumat, 04 Agustus 2017

Sudut-Sudut Di Rumah Kami

Hari ini anak-anak riang mengenal sudut. Bermula dari adek Zhafira yang lengan kirinya terbentur sudut meja diruang tamu. Zhafira menjerit dan menangis kencang karena benturan itu.

Zhafira : "bundaaa...tangan adek sakiiit." Teriaknya melengking.

 tegopoh-gopoh berlari menghampiri. Setelah mengolesi lengan zhafira dengan obat memar, bunda pun meminta Zhafira lain kali untuk lebih berhati-hati.

Zhafira : "Lagian bunda kenapa beli meja yang ada pinggiran lancipnya sih."

Bunda : " seperangkat kursi tamu kita ini mejanya ya seperti ini dek. Dan karena bentuk mejanya empat persegi panjang, ya pasti ada pinggir lancipnya yang disebut sudut."

Zhafira : " emangnya nggak ada meja yang nggak pake audut bun ?"

Bunda : " ada dek, meja yang bentuknya bulat ga ada sudutnya. Nah, didalam rumah kita juga banyak benda-benda yang ada sudutnya."

Zhafira : "ouh beneran banyak bun?"

Bunda : " Iya bener. Yuk kita cari benda apa saja yang memiliki sudut, teris kita itung ada berapa sudut benda itu."

Zhafira : "Yeeeaay...ayo bun. Cari dan temukaan",  Teriaknya bersemangat.

Dan perburuan serupun dimulai.


#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Kamis, 03 Agustus 2017

Serunya Mengurutkan Angka

Siang tadi, kami sekeluarga dikejutkan oleh kabar sakitnya mbah uti-nya anak-anak. Mbah uti segera dibawa ke dokter langganan beliau yang membuka klinik praktik tak jauh dari kediaman kami. Ayah mendampingi mbah uti masuk ke kamar periksa. Sementara bunda menemani anak-anak di rung tunggu klinik.

Setelah lima belas menit menunggu, anak-anak mulai terlihat bosan. Kepala perawat yang melihat gejala itu langsung menawarkan anak-anak untuk bermain mengurutkan nomer pada kartu antrian. Anak-anak langsung bersorak riang menyambut tawaran kepala perawat yang memang sudah mereka kenal.

Bunda : "yuk kita urutkan nomer kartu antriananya, dimulai dari nomer  yang paling kecil."

Annisa : " setuju bunda, nanti adek yag nyebutin angkanya dan kakak yang mencari kartunya terus bunda yang menyusunnya ya bun..?"

Zhafira : " ayo kita mulai...satuu..

Dan sore itu, sambil menunggu mbah uti selesai di periksa dokter, kamipun bermain mengurutkan nomer  kartu antrian. Seruuu sekali.


#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Rabu, 02 Agustus 2017

Yuk..Kita Menghitung Mundur

Selepas mandi sore, sambil menikmati kudapan di meja makan, Annisa riuh bercerita tentang kegiatan di pelajaran olah raga-nya pagi tadi di sekolah. Gadis cilik kami yang baru saja naik ke kelas dua SD itu bersemangat sekali menceritakan lomba lari yang diikutinya.

Annisa : " Seru banget bun, semuanya berusaha lari sekencang-kencangnya sampai jatuh-jatuh."

Bunda : "Kakak menang gak?"

Annisa : " Nggak bun, soalnya kakak gak fokus."

Tawa saya pecah mendengar jawabannya.

Bunda : " Emangnya apa yang membuat kakak jadi gak fokus?

Annisa : "itu lho bun, masa ustadnya ngasih aba-aba buat lomba ngitungnya kebalik. Mulainya dari 3, 2, 1. Padahalkan harusnya 1, 2, 3."

Bunda : "O...itu namanya menghitung mundur kak."

Annisa : "Emang boleh klo kita ngitunya mundur bun?"

Bunda : "Ya boleh saja kak. Yuk kita cobain ngitung mundur dari 5 sampai 1.
5, 4, 3, 2, 1."

Annisa : wah seru juga ternyata ya bun. Yuk kita coba dari 10 - 1 bun."

Akhirnya sore itu kami habiskan dengan belajar menghitung mundur dengan nilai yang terus naik. Hingga terakhir menghitung dari 100-1.



#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs



Selasa, 01 Agustus 2017

Pukul Berapakah ini...?

Pagi tadi ayah bilang jika hari ini akan pulang terlambat. Ayah pulang sekitar pukul 20.00 wib. Usai shalat magrib Annisa dan zhafira sudah tak sabar menanti kayah pulang.

Annisa: "Bun, jam 20.30 itu jarum jamnya da dimana?"

Bunda : "jarum pendeka di angka 8 dan jarum panjang diangka enam kak"

Annisa : "Cara membaca jam itu gimana sih bun ?"

Bunda : "jarum pendek itu menunjukan jam-nya, sedangkan jarum panjang itu menunjukan menit."
Annisa : "kalau jarum yang merah itu untuk apa bun?"

Bunda : "nah jarum merah itu untuk menunjukkan detik kak "

Waktu menunggu ayah akhirnya kami isi dengan berlatih membaca jam.

#kelas bunsay
#IIP
#Game level 6