Sabtu, 16 Desember 2017

Tupai Dan Ikan Gabus

Annisa minta didongengin tentang ikan dan sahabatnya, bunda perfikir sejenak lalu mengangguk setuju.
Alkisah, hiduplah seekor tupai dan seekor ikan gabus di danau di daerah Kalimantan Barat. Di antara keduanya terjalin persahabatan yang erat.
Berat soma dipikul, ringan sama dijinjing. Apabila si Tupai kesusahan, si Ikan Gabus menolongnya. Begitu pula, jika si Ikan Gabus dilanda kesedihan, maka si Tupai menghibur hatinya.
Pada suatu hari si Ikan Gabus terserang penyakit. Si Tupai dengan setia menunggu temannya yang sakit. Beberapa hari belakangan ini, badannya begitu lemah, si Ikan Gabus tidak mau makan. Dengan kondisi lemah Si perut yang kosong, tentulah penyakit akan sulit disembuhkan. Si Tupai berusaha membujuknya untuk makan, meski sedikit saja. Rupanya, si Ikan Gabus hanya mau makan dengan hati ikan Yu.
Berat hati si Tupai mendengar permintaan si Ikan Gabus. Hal ini merupakan sesuatu yang mustahil. Ikan Yu termasuk binatang paling ganas di lautan. Ikan tersebut hanya hidup di lautan lepas. Menimbang-nimbang itu semua, hatinya sedih mengingat kondisi sahabatnya yang terus melemah. Akan tetapi, kehilangan satu sahabat merupakan kerugian yang tak bisa tergantikan dengan apapun. Akhirnya, ia pun pergi mencari ikan Yu.
Dengan segenap pikirannya, si Tupai mencari akal bagaimana caranya ia mendapatkan hati ikan Yu. Akhirnya ia menemukan ide untuk sampai di ke dalaman laut lepas dan bertemu dengan ikan Yu.
Si Tupai meloncat-loncat dari satu pohon ke pohon lainnya. Ia hinggap di pohon kelapa yang batangnya menjorok ke laut. Pelan-pelan digigitnya sebutir kelapa sampai tercipta lubang yang cukup besar. Setelah airnya habis, ia masuk ke dalam buah kelapa itu. Kemudian dari dalam kelepa, ia menggerogoti tangkai buah kelapa itu hingga terlepas. Segala ketakutan tidak dihiraukannya. Ia berani menghadapi bahaya besar demi kesembuhan sahabatnya.

#harike10
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP

Cerpelai dan Kucing



Seekor cerpelai dan seekor kucing bersahabat baik. Mereka selalu berbagi dalam banyak hal. Setiap pagi hingga sore menjelang, mereka selalu bersama-sama. Berbagi makanan dan berbagi isi hati pun mereka lakukan. Pokoknya cerpelai dan kucing sudah seperti saudara yang tidak bisa dipisahkan. Hanya saat malam mereka berpisah, sebab keduanya tidak tinggal bersama.
Suatu ketika, rumah Cerpelai terkena banjir dan tidak bisa ditempati untuk sementara waktu. Kucing yang mengetahui hal itu langsung turun tangan membantu.
"Rumahku tidak tersentuh air sedikit pun, Cerpelai. Kau ke rumahku saja. Pasti akan menyenangkan jika kita tinggal bersama," ucap Kucing.
Cerpelai setuju dengan tawaran kucing. Ide untuk tinggal bersama memang sepertinya menarik bagi mereka berdua. Awalnya memang seperti itu. Setiap malam Cerpelai dan Kucing bisa bercakap-cakap sepuasnya. Tapi lama-kelamaan selalu saja timbul masalah di antara mereka berdua. Cerpelai dan kucing jadi sering bertengkar hanya karena masalah sepele. Misalnya Cerpelai yang tidak menaruh barang dengan benar, atau Kucing yang tidak menghargai keberadaan Cerpelai di rumahnya.
Kali terakhir, mereka saling mendiamkan satu sama lain. Sungguh sangat berbeda keadaannya dibanding saat mereka tidak tinggal satu rumah. Suasana jadi tidak menyenangkan lagi.
"Kucing, tadi aku mendatangi rumahku, dan banjir di sana sudah surut. Aku bisa kembali dan membersihkannya," ucap Cerpelai.
Kucing tampak kaget mendengar ucapan Cerpelai.
"Oh, benarkah? Kalau iya, besok kita sama-sama membereskan rumahmu, Cerpelai," sahut kucing.
Setelah Cerpelai tidak lagi tinggal di rumah Kucing, entah kenapa keadaan kembali membaik. Mereka pun coba membicarakan hal itu saat sedang berada di tepi sungai.
"Sepertinya kita memang lebih cocok jadi teman akrab dibandingkan hidup bersama seperti kemarin, Kucing," ujar Cerpelai.
"Benar. Sulit ternyata berbagi segala hal walaupun dengan teman sendiri, hehehe...," sahut Kucing yang disambut dengan gelak tawa Cerpelai.

#harike9
#tantangan10hari
#kuliah bunsayiip

Koala Yang Lucu

malam ini kakak ingin didongengin dengan hewan sebagai tokohnya. bunda mengangguk setuju.

Koala adalah binatang yang sangat unik. Dia punya tubuh kecil, tetapi matanya bulat dan besar. Siapa pun yang melihatnya pasti gemas pada koala.
Tersebutlah koala yang hidup di sebuah kebun binatang ternama di kota. Setiap kali manusia datang, maka para manusia itu pasti akan rnengelus-ngelus koala dengan penuh kasih sayang. Sikap manusia membuat penghuni kebun binatang lain merasa iri kepada koala. Mereka mencoba berbagai cara untuk menyingkirkan koala. Tetapi selalu gagal. Penjagaan untuk koala memang diperketat.Tapi setiap kali penjaga lengah, binatang-binatang itu akan coba menyakiti koala.
"Hai badut! Kamu bangga ya sudah jadi kesayangan manusia?! Kamu itu masih kecil, Koala!" ucap Ular sambil mendesis.
"Aku... aku salah apa? Mereka yang mau sama aku, kenapa kalian marah?" tanya Koala, ketakutan.
“Kami marah, karena kamu tidak seharusnya menjadi pusat perhatian! Hanya karena wajahmu yang sendu, kamu jadi disayang dan diistimewakan,"  ucap Kura-kura.
Mereka terus-terusan mengancam Koala agar tidak dekat dengan manusia. Jika mereka melihat Koala masih mau bermain dengan manusia, maka ketika manusia sudah pulang semua, para binatang itu akan mendatangi Koala. Ular mempertegas ancamannya dengan melilit tubuh Koala. Koala jadi sangat ketakutan. Tak seharusnya Ular dan teman-temannya melakukan itu.
Sejak saat itulah setiap kali ada manusia yang menyentuhnya, Koala langsung menjauh. Jadi, sekarang Koala hanya bisa dilihat saja dan tidak boleh disentuh.Tetapi nyatanya koala tetap diminati. Bahkan anak-anak sering membawa boneka koala saat berkunjung ke kebun binatang. Oh, kasihan koala yang menggemaskan.
Sejak saat itu pula para binatang dipisahkan kandangnya.Tetapi, hal itu tetap saja tak membuat koala menjadi dekat lagi dengan manusia. Tamat.

#harike8
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip

Gurita yang sombong

Anak-anak bersiap mendengarkan cerita pengantar tidur mereka. kali ini bunda akan bercerita tentang gurita yang sombong.

Gugu sigurita keci, tinggal bersama bundanya jauh di dalam samudra yang biru. Ia memiliki kepala yang sangat besar dan delapan tangan. Ia suka berhitung. Suatu hari, anjing laut mendatangi gugu dan bercerita jika ia akan mendapatkan dua adik laki-laki. lalu ia menanyakan berapa bola yang harus dimainkannya bersama adiknya itu. Gugu mengangkat tangannya dan mulai menghitung. lalu ia mengatakan bahwa anjing laut membutuhkan tiga bola untuk bermain bersam adik-adiknta, masing-masing mendapatkan satu bola.
kepandaian gugu berhitung semakin lama semakin tersebar di tempat tinggalnya. banyak hewan laut lainnya yang datang meminta pertolongn gugu untuk menghitung berbagai macam kebutuhannya.
sayangnya, lama-lama gugu menjadi sombong. dia menganggap dirinyalah makhluk yang paling pintar. hewan lain terlihat bodoh bagi gugu.
lama kelamaan teman-temannyapun tak lagi nyaman bermain bersama gugu. gugu kesepian tak memiliki teman bermain.

#harike7
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip

Nelayan dan Ikan Kecil

Malam ini bunda sedang kurang enak badan. dan bunda minta izin kepada Annisa dan Zhafira untuk cerita pengantar tidurnya bunda bacakan dari buku yang ada. Mereka mengangguk setuju.

Ada seorang nelayan miskin yang hidup berdasarkan hasil tangkapannya. pada suatu hari ia mengalami nasib yang kurang beruntung. ia hampir tidak mendapatkan ikan sama sekali selain seekor ikan kecil.
beberapa temannya sesama nelayan mentertawakan hasil yang diperolehnya, dan menyuruh sang nelayan untuk membuang saja ikan kecil tersebut. sang nelayan hanya tersenyum dan tetap membawa ikan tersebut pulang kerumahnya. ia tetap bersyukur masih ada ikan yang bisa dibawanya pulang hari ini.
setibanya dirumah ikan kecil itu diolah oleh istri sang nelayan dengan menambahkan tepung dan berbagai bahan dan bumbu lainya agar hasiil masakannya menjadi lebih banyak hingga mencukupi kebutuhan makan mereka sekeluarga. Aroma wangi masakan tercium oleh raja yang lewat didepan rumah nelayan tersebut, hingga mampirlah raja untuk mencicipi masakan beraroma lezat tersebut. raja sangat menyukai olahan ikan yang dibuat istri nelayan. hingga raja mengangkat istri nelayan itu menjadi koki di istananya. lalu nelayan dan keluarganyapun pindah ke istana sang raja untuk bekerja disana.

Jika kita bersyukur dengan apa yang kita miliki, maka Allah akan menambah nikmatnya untuk kita.

#harike6
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#GarbYourImagination




Nabi Sayang Sahabat

Malam ini sambil berbaring saat akan tidur, kakak Annisa menanyakan apakah masih ada cerita tentang nabi yang bisa bunda ceritakan. bunda mengganguk, dan Annisa pun tersenyum senang.
bunda pun memulai cerita.

Salman Al Farisi sangat menyayangi Nabi. dipeluknya nabi dengan sepenuh hati.
Nabi juga sangat menyayangi Salman Al Farisi. Salman yang tadinya seorang budak, diangakat menjadi sahabat sejati.

Nabi Sangat Menyayangi Bilal bin Rabah.
Nabi tahu Bilal mempunyai suara yang sangat merdu. jdi, Nabi memilih Bilal untuk menumandangkan azan setiap kali waktu shalat tiba.

Abu Dzar adalah juga sahabat Nabi. Suatu ketika Abbu Dzar menempuh perjalanan bersama Nabi. Mereka berjalan jauh dibawah terik matahari. Rasanya lelah dan hauuuus sekali. Hingga Abu Dzar melihat telaga berisi air yang jernih. Abu Dzar bergirang hati. Lalu diberikannya air itu terlebih dahulu untuk Nabi yang dia sayangi.

Nabi sayang sahabat. siapapun sahabatnya akan dipeluknya dengan hangat.


#Harike5
#tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Nabi Sayang Keluarga

"Ayo, cerita tentang nabi lagi bunda," kata adik sambil berbaring besiap tidur.
"Baiklah," ucap bunda.

Bunda Khadijah adalah istri nabi tercinta. Dibelanya nabi dengan seluruh jiwa. Nabi sangat sayang kepada bunda Khadijah yang mulia. Kelak, bunda Khadijah menjadi ratu di syurga.
Nabi sangat rajin. Beliau suka menyapu lantai sampai bersih, Nabi juga menjahit sendiri pakaiannya yang sobek.

Putri terkecil nabi bernama Fatimah Az Zahra. Ketika nabi disakiti Fatimah meneteskan air mata. Kata nabi,
"Jangan menangis purtiku tercinta, ayahmu dibela Allah yang Mahaperkasa."

Nabi mempunyai cucu bernama Hasan dan Husain. Nabi serimg memeluk mereka.
Hasan dan Husain sering menaiki pundak Nabi bermain kuda-kudaan.
Nabi sangat sayang pada keluarganya.

Bunda menutup cerita dengan pertanyaan, "jika kita ingin di sayang Allah dan dicintai Rasulullah berarti kita harus bagaimana?"

"Harus saling menyayangi sesama saudara," jawab kakak Anisa dengan mantab.
Adik mengangguk dengan mata setengah terpejam karena mengatuk.
waktunya untuk tidur.


#Harike4
#Tantangan10Hari
#KulaihBunsayIIP
#GrabYourImagination

Nabi Sayang Anak-anak

Malam ini adik Zhafira minta diceritakan tentang nabi kembali.
"kemarin kan bunda udah cerita tentang nabi sanyang binatang, selain itu nabi sanyang apa lagi bun?", tanyanya pada bunda.
"Nabi juga sayang anak-anak lho dik", jawab bunda
"Ceritain dong bun", rengeknya.

Nabi sangat sayang pada anak-anak. dipeluknya setiap anak yang mendekat. kata anak-anak, tangan nabi halus dan dalam pelukan nabi hati menjadi senang. 

Nabi dan anak-anak sering berlomba lari.
"Ayo kita lomba lari," kata nabi. dan anak-anakpun berlari sekuat tenaga.Anak-anak berseru senang,.
Nabi juga suka mengajak anak-anak naik unta bersamanya.
"Ayo, naik unta bersamaku," kata nabi.
"saya mau! saya mau!" anak-anak berseru senang. 
Naik uanta bersama nabi? 
wah, benar-benar seru!

Untuk anak-anak nabi selalu berdo'a,
"Ya Allah, sayangilah anak-anak semua."
Anak-anak juga berdo'a,
"Ya Allah sayangilah Nabi kami tercinta."

Adik tiba-tiba  berseru, " adik juga mau dong bun naik unta sama nabi."
"kalau begitu adik harus berjuang agar nanti menjadi penduduk syurga, supaya bisa bertemu nabi. nah, sekarang kita bobo agar besok tidak kesiangan shalat subuh" ucap bunda menutup cerita.


#Harike3
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#GarbYourImagination


Nabi penyayang binatang

Kakak Annisa bertanya pada bunda tentang Nabi, dan minta diceritakan tentang beliau. Malam hari sebelum tidur, bunda pun memenuhi permintaan kakak.
"Nabi itu penyanyang binatang, kak"
"ceritain dong bun", ucap kakak.

Pada masa itu, bangsa arab suka sekali mengadakan lomba memanah. dan yang menjadi panahannya adalah domba. Domba-domba itu gemetar ketakutan. ketika Rasulullah melihatnya, beliau ber
kata, 
"Berhenti jangan diteruskan, sayangi hewan, jangan dipermainkan dan disakiti."

Lalu disaat lain, nabi melihat ada anak yang mengikat kucing, dan nabi berpesan jangan mengikat kucing  karena ia akan kelaparan dan kesakitan.

Kemudian ketika nabi melihat seorang anak mengambil anak burung dari sarangnya disebuah pohon, nabi berkata,
"Nak, kembalikanlah anak burung itu kesarangnya, karena ibunya tentu sedih kehilangan anaknya dan begitu pula si anak burung akan sedih tak bisa bertemu dengan ibunya."

Dikala lain, nabi melihat seekor keledai yang kelelahan bersusah payah berjalan karena memanggul banyak karung dipunggungnya, dan nabi menasehati pemilik keledai agar mengurangi karung yang ada dipunggung keledainya tidak kesakitan membawa beban yang terlalu berat.

"Binatang adalah makhluk ciptaan Allah juga seperti halnya kita manusia. Nabi menyayangi binantang, maka kitapun harus berbuat hal yang sama", ucap bunda menutup cerita.


#Harike2
#Tantangan10hari
#KuliahBunsayIIP
#GarabYourImagination

Rabu, 06 Desember 2017

Sayuran

Siang tadi selepas pulang sekolah, Annisa bilang gak mau ikut katering lagi di sekolah. Alasannya karena setiap hari selalu ada menu sayur yanh harua dihabiskan oleh setiap siswa. Annisa memang tidak suka sayur. Lalu bunda bertanya apakah annisa mau mendengarkan sebuah cerita. Annisa pun bersorak girang sambil meneriakan kata mau. Bunda tersenyum dan mulai bercerita.

Di sebuah istana yang megah, tinggallah seorang raja dan permaisuri beserta putri kecil mereka yang cantik jelita. Sang putri sangat menyukai kue dan permen, tetapi tidak suka makn sayur. Setiap kali koki istana menghidangkan sayur di piringnya, maka sang putri akan segera membuangnya. 

"Putri, makanlah sayur yang lezat ini nak, agar badanmu menjadi sehat", ucap ibunya.

Tapi sang putri hanya menggeleng.

"Makanlah sayurmu sayang, agar badanmu semakin kuat dan kulitmu akan semakin cantik", bujuk ayahnya.

Sang putri tetap menggeleng.

Kejadian itu terus terjadi berulang kali selama berbulan-bulan. Hingga suatu hari, ketika bangun tidur putri merasakan mulutnya periiiih sekali, hingga ia tidak bisa makan dan minum. Ayah dan ibunya sangat cemas melihat badan putri yang semakin lemas. Ayah putri yang seorang raja itu pun lalu memanggil tabib istana untuk mengobati penyakit sang putri. Tabib istana sangat terkejut ketika melihat di mulut putri banyak sekali bercak luka.

"Tuan putri terkena sariawan. Apakah koki istana tidak menghidangkan sayuran untuk putri Sariawan ini terjadi karena putri kekurangan vitamin yang terdapat dalam sayuran", ucap tabib menjelaskan.

"Putriku sayang, inilah akibatnya jika engkau selalu menolak memakan sayur yang dihidangkan oleh koki", kata ibunya sambil memandang putri dengan sedih.

Putri sangat menyesal, dan berjanji mulai hari itu ia akan memakan semua sayur yang dihidangkan untuknya.

                                                       ***************************

Annisa manggut-manggut mendengar cerita bunda.

"Wah bun, annisa ga mau ah kena sariawan kaya putri, mulai besok annisa akan belajar makan sayur yang bunda siapkan untuk annisa", ujarnya.
Bundapun memeluk annisa dengan penuh rasa syukur.


#day1
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination


Jumat, 17 November 2017

Eksperimen Menu Baru Ala Emak Kepepet

Hari ini saya pulang kemalaman. Bukan, bukan karena lembur tapi karena jebakan macet yang luar biasa. Kabarnya terjadi kecelakaan di ruas jalan tol yang mengakibatkan macet dan berdampak ke jalan-jalan di sekitar pintu tol. Jarak tempuh biasa saya butuhkan 45 menit, berubah hampir 3 jam. Alhamdulillah dalam guyuran hujan saya tiba dirumah pukul 18.45 wib. Langsung mandi, shalat dan bersiap menghidangkan makan malam untuk kelurga.

Saya bergerak menuju dapur dan membuka pintu kulkas untuk mengambil bahan makanan yang akan diah jadi hidangan lezat. Namun olalaa...kulkas sepi nyaris tak berpenghuni. Saya lupa mampir ke pasar yang saya lewati saat pulang tadi, padahal tadi pagi sudah diagendakan belanja kebutuhan dapur.
Penghuni terakhir kulkas ini hanya 2 butir telur, 2 ikat kecil kangkung, 1 butir kentang berukuran lumayan besar, 1 butir bakso, 1 batang daun bawang, dan segenggam cabe keriting dan 1 butir tomat. Saya memutar otak bagai mana caranya bahan yang ada mencukupi untuk menu 2 orang dewasa dan 2 orang anak yang belum bisa makan pedas.

Anak-anak mengajukan menu ingin makan dengan lauk telur. Telur hanya ada 2 butir. Saya pandangi bahan 'minimalis' dihadapan saya. Gimana caranya 2 butir telur mencukupi kebutuhan lauk 4 orang?  Ahaaa...sebuah ide melintas dipikiran saya. Segera saya kupas satu-satunya kentang yang ada, cuci, kemudian saya parut dengan parutan keju. Parutan kentang yang halis itu saya tambahkan dengan irisan daun bawang dan bawang merah, irisan 2 butir kecil bakso, 2 butir telur, garam, dan sejumput kecil lada. Saua aduk semua hingga bercampur rata, lalu saya goreng. Terbentuklah dadar telur ukuran jumbo didalam penggorengan. Aroma wangi yang keluar dari penggorengan membuat anak-anak  berkerumun didepan kompor. Saya lanjutkan dengan menyiapkan tumis kangkungyang saya beri potongan dari setengah bagian tomat. Kemudian saya rebus beberapa butir cabe dan bawang merah, untuk selanjutnya saya uleg bersama setengah bagian tomat yang tersisa.

Taraaa...menu ala emak kepepet telah terhidang di meja makan. Anak-anak dan ayahnya makan dengan lahap sambil beberapa kali mengacungkan jempol kearah saya. Ah, emak ini langsung kenyang sebelum makan oleh rasa bahagia. Alhamdulillah.


#harikesepuluh
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Kamis, 16 November 2017

Sarung Payung

Di daerah tempat kami tinggal, sekarang ini hampir setiap hari turun hujan. Sudah sepekan ini hujan turun kalau tak siang ya disore hari. Karena itulah belakangan kendaraan yang sering kami gunakan adalah mobil.

Dua buah payung selalu tersimpan didalam mobil, dan sekarang, kedua payung itu hampir setiap hari pula digunakan. Namun sayangnya setiap kali habis dipakai patung yang basah itu  menjadi penyebab basah dan beceknya lantai mobil. Hmm...harus ada wadah untuk meletakkan payung basah agar tak membasahi dan mengotori lantai mobil. Wadah berukuran kecil saja supaya tidak mempersempit ruang gerak dalam mobil. Apa ya kira-kira yang cocok jadi wadah.

Kemudian, ide itu muncul ketika saya melihat kakak Annisa minum dari botol air mineral. Wahh...botol bekas ini bisa berguna utuk wadah payung basah di dalam mobil. Segera saya bongkar tumpukan botol bekas yang memang kami kumpulkan. Saya cari  dua botol yang  berukuran satu liter. Setelah menemukannya, saya potong bagian mulut dari salah satu botol. Sedangkan botol yang satunya saya potong bagian dasar botol. Setelah itu mulut botol saya masukkan ke botol kedua. Selanjutnya botol itu saya rekatkan pada  bagian pojok mobil. Dan tadi hari pertama botol itu kami gunakan untuk menampung payung basah. Ahh...senang sekali rasanya saat melihat  hasil karya sendiri dapat bermanfaat.


#harikesembilan
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Rabu, 15 November 2017

Raket Nyamuk Ala Emak

Musim penghujan nampaknya mulai menghampiri daerah tempat tinggal kami, hampir setiap hari selalu turun hujan. Entah ada atau tidak hubungannya dengan musing penghujan, belakangan inipun populasi nyamuk di rumah kami terasa mengalami peningkatan. Terlambat sedikit saja menutup pintu di sore hari, alamat semalaman diserbu nyamuk. Untuk pengaman selama tidur kami menggunakan kelambu disetiap kamar. Namun yang belum aman adalah di ruangan selain kamar terutama ruangan tempat kami beraktivitas di malam hari.

Biasanya ayah sigap mengusir nyamuk dengan raket listrik.  namun sudah hampir sebulan terakhir raket itu rusak. Annisa mulai mengeluhkan serbuan nyamuk ketika ia sendang fokus belajar. Zhafirapun mengeluhkan hal yang sama karena nyamuk mengganggu kegiatn bermainnya.

Ahaa...tetiba ide itu muncul di kepala saya. Membuat raket nyamuk dari piring ceper lebar yang terbuat dari plastik ataupun melamin ringan. Seluruh permukaan piring diolesi dengan minyak goreng, lalu piring itu diayunkan kearah nyamuk. Walhasil nyamuk yang tertabrak piring akan nempel di piring berminyak.
Dan yeeaaay...raket nyamuknya berfungsi dengan baik.


#harikedelapan
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Selasa, 14 November 2017

Hujan Membawa Berkah

Sejak pukul tiga sore tadi kota kami disiram hujan. Biasanya, ba'da ashar adalah jadwal anak-anak bermain di taman komplek yang letaknya persis didepan rumah kami. Zhafira biasanya akan langsung menyerbu ayunan bertali, lalu beralih ke jungkat jangkit, kemudian pindah ke prosotan, dan berlanjut ke tiang gelantungan. Annisa lebih suka bermain sepeda bersama teman-temannya berkeliling di dalam cluster kami.
Namun karena hujan deras sepanjang sore akhirnya anak-anak memilih menahan diri bermain di dalam rumah saja. Di taman hanya terlihat beberapa orang anak laki-laki yang bermain bola sambil mandi hujan, dari sorak sorai mereka nampaknya permainan berlangsung seru sekali.

Annisa dan zhafira menonton anak-anak bermain bola dari balik jendela di lantai dua rumah kami. Dari atas sini pemandangan ke taman memang terlihat utuh. Annisa mulai terlihat bosan. Melihat gelagat yang mulai tak nyaman itu, saya menawarkan beberapa kegiatan yang bisa kami lakukan bersama-sama. Tapi justru ide dari zhafira-lah yang akhirnya kami pilih. Zhafira mengusulkan kami menghias pintu kamar dengan berbagai tempelan pernak pernik.

Semua peralan yang dibutuhkan telah dikeluarkan dan dikumpulkan di depan pintu kamar anak-anak yang akan dihias. Berbagai jenis kertas bekas bungkus kadopun ikut di keluarkan. Stik es krim, tutup botol sirup, doubletip, lem, sedotan warna-warni, pita, kertas origami dan beberapa gambar yang telah diwarnai anak-anak pun ikut di keluarkan.
Lalu kegiatan menggunting dan mengelem berlangsung seru. Satu setengah jam berlalu tak terasa. Pintu kamar selesai di hias. Cantik dan meriah sekali dengan tempelan warna-warni di pintu bercat putih itu. Anak-anak bersorak dan bertepuk tangan riang melihat hasil karyanya. 
Alhamdulillah, bahagia itu tidaklah sulit dan insya Allah tak rumit untuk diraih, sore ini ia datang dihantarkan hujan ke hati kami.


#hariketujuh
#tantangan10hari 
#level9
#kuliahbunsayiip 
#thinkcreative

Senin, 13 November 2017

Topeng Bubur Koran

Sore tadi ayah menenteng setumpuk koran bekas yang dibungkus dalam kantong plastik besar. Kata ayah itu adalah koran bekas yang terdapat di pojok gudang di kantor ayah. Ketika bungkus itu dibuka..tarlihatlah koran basah

Minggu, 12 November 2017

Kotak Makan Unik

Seperti kebanyakan anak-anak pada umumnya, Annisa dan Zhafira masih suka heboh memperebutkan ini dan itu. Mulai dari berebut mainan, buku bacaan, kursi, dan ya...apa saja yang bisa diperebutkan. Mungkin karena itulah kerabat dekat kami jika memberikan hadiah selalu dua dan persis sama bendanya.
Seperti hari ini mereka mendapat hadiah kotak makan cantik dari tantenya. Kotak makan berwarna kuning dengan tutup berbentuk kepala hello kitty berwarna hijau muda. Cantik sekali.

Disaat keduanya sedang memeriksa kotak makan masing-masing, tetiba Zhafira melontarkan kekhawatirannya bagaimana jika kedua kotak itu saling bertukar. Saya amati kedua kotak itu memang sama persis. Annisa mengusulkan untuk memberi nama  pada tiap kotak dan tutupnya. Tapi saya mengusulkan kotak makanan yang polos itu digambar dan diwarnai oleh pemiliknya. Keduanya bertepuk tangan tanda setuju.

Akhirnya Annisa dan Zhafira menggambar dan mewarnai kotaknya masing-masing, kemudian gambar itu mereka warnai dengan spidol warna warni snowman permanen ukuran M. Annisa membuat gambar bunga-bungaan, sedangkan zhafira membuat gambar favoritnya yaitu hello kitty. Tak sampai satu jam pekerjaan keduanya telah rampung. Wajah keduanya riang  puas dengan hasil yang mereka capai.
Sekarang tak sulit lagi membedakan mana kotak milik Annisa dan mana milik Zhafira.


#harikelima
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Sabtu, 11 November 2017

Minyak Jelantah

Saya merupakan salah satu dari sekian banyak emak-emak yang dapurnya produktif menghasilkan minyak jelantah. Saya tidak pernah membuang begitu saja minyak bekas menggoreng ini. Di dapur, saya menyiapkan satu buah jerigen khusus untuk menampung minyak jelantah.

Selama ini minyak jelantah saya manfaatkan sebagai bahan bakar pengganti lilin. Teknisnya adalah dengan mengisi sebuah gelas kecil dengan air hingga setengah bagian gelas, lalu setengah bagian lagi saya isi dengan minyak jelantah. Air dan minyak akan memisahkan diri, dengan minyak berada diatas. Lalu ditengan gelas saya letakkan sebuah sumbu yang saya ambil dari lilin. Setiap kali rumah kami terkena pemadaman listrik bergilir, maka lilin minyak jelantah ini selalu saya gunakan.

Selama ini, baru sebatas itulah saya memanfaatkan minyak jelantah. Hingga tadi sore saya menemukan cara lain untuk memanfaatkannya.
Bermula dari pagar rumah yang mendadak  sulit dibuka. Tak seperti biasanya, tadi sore ketika saya mendorong pagar agar terbuka lebar, serasa ada yang menahan roda pagar agar tak berputar lancar. Setelah saya amati lebih seksama ternyata memang roda inilah penyebabnya. Roda tak bisa bergulir lancar karena gesekan antara roda dengan porosnya terhalang sedikit karat. Butuh minyak pelumas, pikir saya. Minyak jelantahlah yang kemudian muncul dalam kepala saya sebagai pelumas.
Benar saja, ketika roda pagar saya siram dengan beberapa sendok minyak jelantah, roda bisa bergulir lancar kembali sebagaimana biasanya. Aha..inilah minyak pelumas ala emak-emak macam saya.


#harikeempat
#tantangan10hari 
#level9
#kuliahbunsayiip 
#thinkcreative

Jumat, 10 November 2017

Memasak sim sala bim taraaa...

Entah apalah sebabnya tetiba ketika proses menanak nasi subuh tadi magicom ngadat. Air rebusan sudah hampir mendidih ketika saklar otomatis magicom pindah ke posisi warm. Wah alamat tak selamat nasinya jika begini bisik saya dalam hati. Waktu sudah memepet hidangan sarapan mesti segera tersaji karena para anggota keluarga akan segera berangkat ke tempat aktifitasnya pagi itu.

Berpacu dengan waktu...adrenalin mulai menderas, dengan dada berdebar saya cari panci dan dandang untuk melanjutkan proses menanak nasi. Kompor yg sedianya dipakai memasak sayur dan lauk terpaksa digunakan untuk menanak nasi. Saya harua menemukan cara lauk dan sayur tetap terhidang. Ahaa...saya bisa memasak lauk dan sayur bersamaan dengan menanak nasi.

Saya kupas dan potong wortel serta labu siam kecil, saya bersihkan kacang buncis, semua sayuran ini saya kukus bersama nasi. Karena kami pencinta sambal, sy bersihkan cabe, dan bawang merah juga tomat, semuanya kukus bersama nasi. Untuk lauknya, saya cuci segenggam teri medan lalu beri cabe yg sudah dihaluskan, lalu saya letakkan dalam manggul anti panas dan siram dengan air tajin yg saya ambil dari rebusan beras saat menanak nasi dipanci. Selanjutnya  mangkuk tahan panas itu saya masukkan kedalam dandang berisi nasi yg diatasnya telah saya tata sayuran wortel, buncis, labu siap, cabe, bawang dan tomat. Semuanya saya kukus bersamaan. sayuran saya keluarkan duluan ketika kematangannya saya rasa cukup, menyusul cabe, bawang dan tomat yang kemudian saya uleg menjadi sambal lado. Tetakhir nasi dan teri saos tajin matang bersamaan.

Alhamdulillah pagi tadi kami sarapan tepat waktu seperti biasa.


#hariketiga
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Kamis, 09 November 2017

Irit Waktu dalam Menyetrika

Menyetrika pakaian merupakan salah satu tantangan tersendiri yang harus saya taklukan. Sebagai ibu yang juga bekerja di ranah publik, kegiatan.menyetrika menjadi rutinitas sekali sepekan. Jika sudah menyetrika maka saya akan menghabiskan waktu berjam-jam untuk membuat rapih tiap lembar pakaian yang menumpuk membentuk gunungan. Jangan ditanya bagaimana rasanya tiap kali saya menuntaskan gunungan pakaian hingga tersetrika rapih dan wangi. Berjam-jam dengan posisi duduk sudah cukup membuat pinggang jadi sakit dan kaki kesemutan.

Saya harus menemukan cara agar kegiatan menyetrika ini dapat dilakukan dalam waktu yang lebih singkat. Dan hari ini saya menemukan cara itu. Setiap lembar kain yang berukuran lebar seperti seprai, handuk, jilbab segi empat, dan sarung, saya tumpuk sebagai alas setrikaan. Setiap kali satu pakaian saya setrika, maka panas dan tekananya  meresap sampai ke alas setrikaan, yang membuat tiap helai alas tersetrikaan  secara tidak langsung ikut tersetrika. Hari ini, saya membuktikan dengan cara tersebut saya menghemat waktu hingga tiga puluh persen.


#harikedua
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Rabu, 08 November 2017

Kelambu Cantik

Tadi pagi dek Zhafira melaporkan bahwa kelambunya robek. Ketika saya periksa ternyata memang terdpat lubang menganga pada dinding sebelah kiri kelambu. Bergegas saya melangkah menuju kotak penyimpanan benang dan jarum jahit, dan segera kembali ke kamar tempat kelambu berada setelah mendapatkan jarum dan benang dengan warna putih sesuai dengan warna kelambu yang robek.

Benang sudah saya masukkan ke lubang jarum, ketika terbayang akan seperti apa hasil jahitan itu nantinya. Bagaikan bekas jahitan luka dikulit manusia. Akan terdapat baret bekas jahitan pada dinding kelambu yang mulus ini.
Hmm...gimana caranya ya supaya lubang kelambu ini bisa ditutupi dengan cantik..? Ah iya ditambal saja menggunakan gambar2 lucu dari kain, baju-baju dek zhafira yang sudah kekecilan dan tak terpakai lagi banyak yang dihias dengan bordiran gambar lucu, yang bisa diambil untuk menambal si kelambu.

Zhafira bersorak girang mendengar ide bundanya, dan segera berlari membongkar tumpukan baju usangnya. Sibuk sekali ia memilih gambar mana yang cocok dan disukainya. Gambar mini mouse sedang menggenggam karangan bungalah yang menjadi pilihan Zhafira. Berhati-hati saya jahitkan bordiran gambar itu menutupi lubang menganga pada kelambu zhafira, dan olalaaa...kelambu zhafira terlihat cantik dengan hiasan mini mouse berwarna merah muda. Zhafira bertepuk tangan dan tertawa senang melihat tampilan baru kelambunya. Alhamdulillah.

#harike1
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Sabtu, 30 September 2017

PERENCANAAN

"Bundaa...bun...kakak tau sekarang bun..kakak tau..", teriak kakak Annisa kegirangan.

"Ada apa kak? Hayo tenang dulu dan ngomong yang jelas, ada apa?", Ujar bunda yang sedang memasak di dapur.

"Itu lho bun, kakak sekarang udah tau gimana caranya supaya uang saku kakak cukup untuk sepekan", ujarnya sumringah.

"Oyaa...Alhamdulillah. gimana caranya kak?"

"Nih bun, uang lima belas ribu dari bunda kakak ambil dulu lima ribu untuk di tabung. Terus sisanya yang sepuluh ribu kakak bagi lima karena kakak sekolahkan lima hari, berarti sehari kakak cuma boleh jajan dua ribu dak boleh lebih bun. Kalalu lebih nanti uangnya gak cukup untuk sepekan, gitu buuun....", Ujarnya meyakinkan.

"Alhamdulillah...keren nih anak bunda udah bisa membuat perencanaan keuangan dengan sangat menarik".

"Iya bun, untung kemaren kakak pas lagi belajar pembagian di sekolah jadinya kakak bisa punya ide ngebagi uang saku kaya gini deh..", lanjutnya riang.

"Alhamdulillah, nah sekarang kakak tinggal patuhi pembagian yang udah kakak buat ya.."

"O...iya dong bun, do'ain ya bun".

"Iya sayang...semoga Allah mudahkan kakak untuk bersisiplin terhadap aturan yang sudah kakak buat, aamiin."


KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Jumat, 29 September 2017

EVALUASI

"Bunda....uang saku kakak yang buat sepekan udah tinggal sedikit...", Adu kakak Annisa sore tadi ke bunda.

"Kok tinggal sedikit kak? Kan baru berjalan satu hari."

"Iya bun, gara-gara hari ini kakak libur, terus tadi di rumah mbah ada abang-abang tukang mainan lewat, terus kakak terpancing buat beli , udah gitu adek juga minta di belikn bun, yaudah akhirnya duitnya hampir habis deh."

"Ya sudah gak apa-apa, sekarang kakak terima konsekuensinya bertahan hingga pekan depan dengan uang saku yang tersisa."

"Kalau gak cukup gimana bun?"

"Insya Allah cukup kak. Nah, mulai sekarang kakak belajar mengatur uang kakak sendiri jangan sampai pekan depan terulang lagi kejadian seperti ini ya.."

"Iya bunda, kakak akan lebih hati-hati kalau mau beli apa-apanya gak boleh asal pengen terus beli ya bun?"

"Iya anak shaleha bunda, kejadian ini jadi pelajaran buat kakak ya..."


#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Kamis, 28 September 2017

UANG SAKU PEKANAN

Entah mendapatkan inspirasi darimana tetiba sore tadi kakak Annisa berkata, jika ia ingin belajar mengatur uang saku yang di berikan padanya, untuk satu pekan sekaligus. Bunda dengan senang hati mengizinkan tentunya, setelah meyakinkan kakak agar berhati-hati mengatur uang sakunya nanti. Kakak mengangguk dengan kemantapan hati.

"Kira-kira kakak mau ngatur uangnya seperti apa kak?", Tanya bunda.

"Kalau kakak dikasihnya satu pekan sekaligus berarti kakak nerimanya lima belas ribu kan ya bun?", Ujar kakak Annisa meyakinkan.

"Iya", sahut bunda.

"Kalau gitu, lima Ribu kakak tabung, trus yang sepuluh ribunya buat infak sama jajajn bun", urai kakak dengan yakin.

"Oke, silahkan kakak jalankan rencananya untuk pekan ini dulu ya, nanti hari sabtu kita lihat perkembangannya."



KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Rabu, 27 September 2017

KEBUTUHAN AKHIRAT

Sepulang sekolah hari ini kakak terlihat lebih bersemangat. Sambil menghabiskan makan siangnya, ia berceerita besok hari disekolahnya akan diadakan prorgam pra mabit.

Selasa, 26 September 2017

Makasih ayah...

Alhamdulillah uang saku  sisa kemarin  masih tersisa dua ribu rupiah lagi. Dan hari ini kebetulan juga kakak annisa tidak sekolah hari ini. Dan kakak.annisa memutuskan semua sisa uang saku akan ditabung, agar target membeli kaos kaki sendiri dapat segera tercapai. 
Ayah yang melihat kakak sudah melakukkn beberapa kebaikan tanpa diminta, memberikan hadiah uang sebesar lima ribu rupiah. Kakak bersorak riang, terbayang kaos kaki baru bisa dipakai esok hari.

Senin, 25 September 2017

PEMBAGIAN

Sore tadi kakak memperlihatkan daftar penggunaan uang sakunya hari ini. Dari Rp.5000 yang kakak terima dari bunda pagi tadi, digunakan untuk :
1. Tabungan sementara Rp.2000
2. Beli popcorn Rp.1000
Sisa : Rp.2000

Sisa Rp.2000 untuk dipakai besok katanya, karena sampai saat ini uang saku kakak yang duduk di kelas 2 SD adalah Rp.5000 untuk dua hari.

Bunda bingung dengan kalimat 'Tabungan Sementara', apakah maksudnya?
Dan olalaaa....ternyata kata kakak Annisa, salah satu kebutuhan kakak yang kemarin ditulis adalah kaos kaki. Sepasang kaos kaki sudah bisa di beli dengan harga Rp.10000. berarti nanti klo tabungan sementara kakak sudah sepuluh ribu, semua uangnya akan di gunakan kakakak untuk membeli kaos kaki.

Oke kakak...semangat untuk menambah terus tabungan sementaranya ya..

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Minggu, 24 September 2017

KEBUTUHAN KAKAK

Bunda masih sakit.
Suhu tubuh bunda masih naik turun. Biasanya setiap akhir pekan kami sudah punya agenda kegiatan bersama, tapi untuk  kali ini terpaksa ditunda.Untuk menghilangkan sedikit kemurungan di hati kakak Annisa, bunda meminta kakak untuk membuat daftar kebutuhannya yang insya Allah akan sama-sama kami cek dan ricek setelah kondisi bunda membaik. Alhamdulillah, kakak langsung berbinar penuh semangat mulai membuat daftar kebutuhannya.


KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Sabtu, 23 September 2017

MENDATA PENGGUNAAN UANG SAKU

Sudah tiga hari kondisi tubuh bunda kurang fit, dan hari ini adalah puncaknya, bunda akhirnya terbaring harus istirahat total. Anak-anak muram bersedih hati, dan itu membuat bunda juga jadi ikutan baper. Akhirnya bunda meminta kakak melakukan kegiatan membuat tabel penggunaan uang sakunya selama dua hari kebelakang. Sambil berbaring bunda memandu pembuatan tabel pengeluaran kakak. Penggunaan uang saku lima ribu rupiah perdua hari hari itupun  selesai dibuat kakak. Alhamdulillah. Semoga bunda segera pulih ya kak, supaya kita bisa melakukan evaluasi bersama-sama pada tabel yang kakak buat.


#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Jumat, 22 September 2017

KEINGINAN ATAU KEBUTUHAN YAA...?

Tak disangka ternyata kakak Annisa masih penasaran dengan kejadian di pedagang kelinci di pasar kemarin pagi. Rupanya jawaban bunda bahwa membeli kelinci bukan kebutuhan kami saat itu masih menjadi tanda tanya dalam hatinya. Pagi tadi saat sarapan kak Annisa menanyakan hal itu kembali.

Kakak : "Bun, kemarinkan bunda bilang membeli kelinci itu bukan kebutuhan kita saat ini tapi hanya keinginan kakak aja. Gimana bunda tau itu keinginan bukan kebutuhan? Kakak penasaran deh..."

Bunda : "Gini kak, tujuan kita kemarin kepasar buat apa?"

Kakak : "Belanja keperluan dapur buat seminggu"

Bunda : "Nah, sebelum berangkat ke pasar, malam harinya apa yang kita lakukan?"

Kakak : "Bunda yang periksa persediaan yang habis di dapur, terus kakak yang nulisin"

Bunda : "Betul sayang. Nah ada ga kelinci dalam daftar yang kakak tulis?"

Kakak : "Gak ada sih bun"

Bunda : "Berarti saat ini kelinci bukan kebutuhan kita nak"

Kakak : "Iya juga ya bun. O kakak tau, misalnya nih saat ini untuk sekolah kakak perlu kaos kaki baru karena kaos kaki yang sekarang udah sempit dan bolong jempolnya."

Bunda : "Boleh gak kakak sekolah gak pakai kaos kaki atau pakai kaos kaki bolong?

Kakak : "Gak boleh dong bun, tar kakak gak bisa shalat di sekolah karena kaki kakak keliatan, itukan aurat"

Bunda : "Nah berarti saat ini membeli kaos kaki baru buat kakak adalah kebutuhan"

Kakak : " O....gitu cara nentuinnya bun, gampang ternyata ya.."

Bunda : "Iya sayang, gak susah kan..?"

Bocah 7,5 tahun itu manggut-manggut sambil tersenyum sumringah menghabisakan sarapannya.


#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Kamis, 21 September 2017

Yuk ke pasar...

Pagi ini kami akan ke pasar belanja kebutuhan dapur selama seminggu ke depan. Tadi malam bunda, kakak Annisa dan dek zhafira sudah membuat daftar belanjaan yang akan dibeli di pasar nanti. Bunda dan dek Zhafira yang memeriksa tempat bumbu dan tempat penyimpanan stok barang dapur dan menyebutkan apa saja bahan makanan yang sudah habis, dan kakak Annisa yang mencatatnya pada kertas. Waaaah...panjang juga teryata daftar belanjaannya.

Setelah mandi dan berpakaian rapi, lalu kami pun berangkat ke pasar diantar ayah. Pasar ramai sekali, berbagai macam bahan pangan di jual orang. Kak Annisa yang memegang daftar belanjaan kami dan menyebutkannya satu persatu. Disaat kami menuju pedagang kentang, kami melewati penjual kelinci. Dek zhafira dan kaka Annisa langsung berlari mendekati kelinci-kelinci yang dijual itu dan merengek agar kami membeli satu ekor kelinci untuk dibawa pulang. Bunda lalu meminta kakak untuk memeriksa daftar belnjaan yang digenggamnya, apakah ada kelinci didaftar itu?

Kakak : "gak ada bun.."
Bunda : " nah berarti kita tidak butuh kelinci ya nak, dan yang kita beli adalah kebutuhan dapur kita selama seminggu."
Dek Zhafira : " tapi adek mau punya kelinci bunda.."
Bunda : " sayang, tidak semua yang kita mau itu kita beli ya nak. Lagi pula kalau adek dan kakak ingin memelihara kelinci, harus tau dulu ilmu merawat kelinci supaya kelincinya terawat dengan baik."

Kakaka dan adik manggut-manggut, kemudian kamipun beralu dan melangkah membeli kebutuhan berikutnya.



#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Kamis, 24 Agustus 2017

Bu Dokter Koki Handal

Caca, bagitu sapan akrab putri sulung kami yang berusia 8 tahun. Nama lengkapnya adalah Annisa Khumairah. Caca merupakan anak periang yang banyak bicara. Sejak usia balita sudah tiga kali berganti cita-cita. Awalnya, Dokter merupakan cita-citanya yang pertama, yang tahun berikutnya berubah menjadi ingin Koki yang jago mmasak dan punya restoran yang besaaar. Namun sekarang bila ditanya apa cita-citanya, makan dengan mantap ia menjawab menjadi Dokter yang jago memasak.

Hobinya jika hari libur sekolah adalah ikut bunda utak atik mempraktikkan resep baru di dapur. Setiap kali bunda memasak, caca selalu ingin terlibat, mulai dari sekedar mencuci dan mengupas bahan masakan, hingga terlibat dalam proses pengolahan menjadi makanan. Setiap hari ahad, Caca mendapat ijin menonton tayangan yang bernilai positif di youtube, dan kesempatan ini hampir selalu digunakannya untuk menonton tayangan koki cilik.

Saat bermainpun seringkali peran yang dia ambil adalah sebagai koki yang memiliki restoran. Bergaya seakan sedang melayani pesanan pelanggan dengan memasakkan pesanannya. Dan disaat lain, dia berlagak sebagai cheff yang sedang memandu program memasak di televisi. Nah untuk yang terakhir ini, bahkan caca sampai meminta bunda untuk merekam aksinya memasak didapur dengan gaya bak cheff handal sedang memandu acara memasak.

Hingga hari ini, Caca masih konsisten dengan cita-citanya menjadi Dokter sekaligus koki handal. Akankah cita-cita dan minatnya berubah lagi? Kita lihat saja nanti... :D


#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Jumat, 11 Agustus 2017

Aliran Rasa Game Level 6

Luar biasa.
Game kali ini emang kereeen... banget.
Saya tidak pernah menyangka, mengajarkan matematika pada anak akan sesederhana dan semenyenangkan ini.

Satu hal yang paling saya ingat dan membuat mata terbuka pada game level ini adalah prinsip mengajak anak-anak menemukan kembali konsep matematika sebagaimana ilmuwan dan para ahli dulu menemukannya.
Konsep...ahaa, inilah dia yang akan menjadi dasar pemaham bagi siapapun yang ingin mempelajari matematika. Ketika kita tak menguatkan konsep, maka kegalauanlah yang akan timbul saat kita bertemu dengan berbagai persoalan matematis.

Melalui kejadian real disekitar kita, bahkan melalui permainanpun kita bisa mengajak anak-anak menemukan kembali konsep matematika. Menyenangkan sekali, anak riang ibupun senang.

Sungguh suatu berkah dan keberuntungan dari Allah SWT saya bisa belajar di Institut Ibu Profesional ini. Setelah melalui game level 6 ini tetiba rasanya saya begitu mencintai matematika....aaah, senangnya... :)
Terima kasih bu Septi
Terima Kasih IIP.


#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Sabtu, 05 Agustus 2017

Ouh, Ini Namanya Algoritma

Sabtu adalah hari yang selalu kami tunggu-tunggu, karena dihari sabtu kami semua berkumpul full selama 24 jam Hari ini adalah jadwal  kakak Annisa yang berusia 7 th untuk belajar menanak nasi menggunakan magicom.

Annisa : "caranya gimana bunda?"

Bunda : "Ini kak, bunda udah tuliskan langkah-langkah menanak nasi mnggunakan magicom."
1. Mulai
2. Takar beras menggunakan gelas takar sebanyak yang sibutuhkan, lalu masukkan kedalam baskom cuci.
3. Cuci beras didalam baskom sebanyak 2x.
4. Masukan beras yang telah dicuci kedalam panci magicom, lalu beri air sebanyak 1ruas jari dari permukaan beras.
5. Lap bagian luar panci hingga kering
6. Letakkan panci kedalam magicom, lalu tutup
7.  Hubungkan kabel power magicom ke stop kontak listrik
8.  Pilih tobol megicom pada posisi cook
9). Selesai

Annisa : "Urutannya boleh kebolak-balik gak bun pas kita ngerjainnya?"

Bunda : " Gak boleh kak, harus runut sesuai urutannya."

Annisa : "Oke bunda. Insya Allah kakak ngerti dan yakin bisa".

Bunda : "Alhamdulillah. Oiya, kakak tau nggak, langkah-langkah yang bunda tulis itu kalau dalam matematika dinamakan algoritma menanak nasi menghunakan magicom."

Annisa : "Hmm..kayanua kakak pernah liat buku ayah yang judulnya algoritma bun. Ouh ternyata algoritma itu begini. Hihiii...namanya bagus ya bun."

Bunda : "iya namanya bagus ya kak. Dan kakak tau nggak penemu algoritma itu adalah ilmuwan muslim lho."

Annisa : " Waah hebat sekali bun. Siapa nama orangnya bun?"

Bunda : " nah kakak selesaikan dulu latihan menanak nasinya, setelah itu kita baca buku Ensiklopedia Mukjizat Al-Qur'an punya kakak, disana ada kisahnya."

Annisa : "Oke bunda. Kalau latihan kakak berhasil boleh ya bun setiap hari libur kaka yang menanak nasi?"

Bunda : " Tentu saja boleh nak."

Ketika sesi latihan selesai maka kami bersama-sama membaca kisah sang penemu Algoritma.


#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Jumat, 04 Agustus 2017

Sudut-Sudut Di Rumah Kami

Hari ini anak-anak riang mengenal sudut. Bermula dari adek Zhafira yang lengan kirinya terbentur sudut meja diruang tamu. Zhafira menjerit dan menangis kencang karena benturan itu.

Zhafira : "bundaaa...tangan adek sakiiit." Teriaknya melengking.

 tegopoh-gopoh berlari menghampiri. Setelah mengolesi lengan zhafira dengan obat memar, bunda pun meminta Zhafira lain kali untuk lebih berhati-hati.

Zhafira : "Lagian bunda kenapa beli meja yang ada pinggiran lancipnya sih."

Bunda : " seperangkat kursi tamu kita ini mejanya ya seperti ini dek. Dan karena bentuk mejanya empat persegi panjang, ya pasti ada pinggir lancipnya yang disebut sudut."

Zhafira : " emangnya nggak ada meja yang nggak pake audut bun ?"

Bunda : " ada dek, meja yang bentuknya bulat ga ada sudutnya. Nah, didalam rumah kita juga banyak benda-benda yang ada sudutnya."

Zhafira : "ouh beneran banyak bun?"

Bunda : " Iya bener. Yuk kita cari benda apa saja yang memiliki sudut, teris kita itung ada berapa sudut benda itu."

Zhafira : "Yeeeaay...ayo bun. Cari dan temukaan",  Teriaknya bersemangat.

Dan perburuan serupun dimulai.


#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Kamis, 03 Agustus 2017

Serunya Mengurutkan Angka

Siang tadi, kami sekeluarga dikejutkan oleh kabar sakitnya mbah uti-nya anak-anak. Mbah uti segera dibawa ke dokter langganan beliau yang membuka klinik praktik tak jauh dari kediaman kami. Ayah mendampingi mbah uti masuk ke kamar periksa. Sementara bunda menemani anak-anak di rung tunggu klinik.

Setelah lima belas menit menunggu, anak-anak mulai terlihat bosan. Kepala perawat yang melihat gejala itu langsung menawarkan anak-anak untuk bermain mengurutkan nomer pada kartu antrian. Anak-anak langsung bersorak riang menyambut tawaran kepala perawat yang memang sudah mereka kenal.

Bunda : "yuk kita urutkan nomer kartu antriananya, dimulai dari nomer  yang paling kecil."

Annisa : " setuju bunda, nanti adek yag nyebutin angkanya dan kakak yang mencari kartunya terus bunda yang menyusunnya ya bun..?"

Zhafira : " ayo kita mulai...satuu..

Dan sore itu, sambil menunggu mbah uti selesai di periksa dokter, kamipun bermain mengurutkan nomer  kartu antrian. Seruuu sekali.


#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Rabu, 02 Agustus 2017

Yuk..Kita Menghitung Mundur

Selepas mandi sore, sambil menikmati kudapan di meja makan, Annisa riuh bercerita tentang kegiatan di pelajaran olah raga-nya pagi tadi di sekolah. Gadis cilik kami yang baru saja naik ke kelas dua SD itu bersemangat sekali menceritakan lomba lari yang diikutinya.

Annisa : " Seru banget bun, semuanya berusaha lari sekencang-kencangnya sampai jatuh-jatuh."

Bunda : "Kakak menang gak?"

Annisa : " Nggak bun, soalnya kakak gak fokus."

Tawa saya pecah mendengar jawabannya.

Bunda : " Emangnya apa yang membuat kakak jadi gak fokus?

Annisa : "itu lho bun, masa ustadnya ngasih aba-aba buat lomba ngitungnya kebalik. Mulainya dari 3, 2, 1. Padahalkan harusnya 1, 2, 3."

Bunda : "O...itu namanya menghitung mundur kak."

Annisa : "Emang boleh klo kita ngitunya mundur bun?"

Bunda : "Ya boleh saja kak. Yuk kita cobain ngitung mundur dari 5 sampai 1.
5, 4, 3, 2, 1."

Annisa : wah seru juga ternyata ya bun. Yuk kita coba dari 10 - 1 bun."

Akhirnya sore itu kami habiskan dengan belajar menghitung mundur dengan nilai yang terus naik. Hingga terakhir menghitung dari 100-1.



#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs



Selasa, 01 Agustus 2017

Pukul Berapakah ini...?

Pagi tadi ayah bilang jika hari ini akan pulang terlambat. Ayah pulang sekitar pukul 20.00 wib. Usai shalat magrib Annisa dan zhafira sudah tak sabar menanti kayah pulang.

Annisa: "Bun, jam 20.30 itu jarum jamnya da dimana?"

Bunda : "jarum pendeka di angka 8 dan jarum panjang diangka enam kak"

Annisa : "Cara membaca jam itu gimana sih bun ?"

Bunda : "jarum pendek itu menunjukan jam-nya, sedangkan jarum panjang itu menunjukan menit."
Annisa : "kalau jarum yang merah itu untuk apa bun?"

Bunda : "nah jarum merah itu untuk menunjukkan detik kak "

Waktu menunggu ayah akhirnya kami isi dengan berlatih membaca jam.

#kelas bunsay
#IIP
#Game level 6

Senin, 31 Juli 2017

Himpunan Di Dapur Bunda

Sore tadi anak-anak riang sekali ketika ikut bunda belanja bulanan ke pasar. Sebelum berangkat ke pasar, kakak Annisa dan dek Zhafira membantu memeriksa kebutuhan harian apa yang sudah habis kemudian bunda menuliskan dalam catatan belanja yang akan dibeli di pasar nanti. 

Dua jam kemudian kami sudah kembali dari pasar dan mulai memilah-milah barang belanjaan untuk disimpan guna keperluan hari-hari berikutnya.

Bunda : " yuk, kelompok sayur sayuran taruh di tampah ini ya. Terus kelompok bawang-bawangan taruh di keranjang merah, kemudian kelompok buah-buahan taruh di keranjang biru yang itu"

Annisa : " oke bunda"

Zhafira : "iya bunda. Bun ini kangkungnya adek taruh di tampah ya"

Bunda : "iya nak"

Annisa : "jeruk sama apel kakak taruh di keranjang biru ya bun."

Bunda : "iya kak. Nah ini bayam dan kol ditaruh dimana yaaa..?

Annisa + Zhafira : "Ditampah buuun.."

Bunda : " bawang merah dan bawang putih di taruh dimanakah..?"

Annisa + Zhafira : "Di keranjang meraaah.."

Kami terus bermain tebakan 'dimanakah tempatnya' hingga semua belanjaan sudah ditempatkan di wadah penyimpanannya masing-masing.

Bunda : " Nah sekarang himpunan sayuran yang ada di tampah kita bungkus koran, lalu simpan di rak kulkas paling bawah."

Annisa : " ouh kelompok itu disebut juga himpunan ya bun..?"

Bunda : " iya sayang"

Zhafira : "kalau gitu himpunan buah adek taruh di meja ya bun"

Bunda : " betul sekali adek, buah diletakan di meja makan."

Annisa : " kalau gitu himpunan bawang kakak simpen di rak bumbu ya bun"

Bunda : " iya kak. Dan makasih anak-anak shaleha bunda atas bantuannya"


#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Minggu, 30 Juli 2017

Dua Puluh Potong Bolu

Hari Ahad ini, kami telah sepakat mendapingi Annisa dan Zhafira belajar membuat bolu pisang kesukaan mereka. Bahan-bahan pembuatnya telah di siapkan sejak sepekan yang lalu. 

Annisa dan Zhafira bergantian menimbang bahan-bahan yang dibutuhkan. Keduanya jadi ketagihan menimbang setelah kemarin mendapat penjelasan tentang berat dan alat ukurnya yaitu timbangan.

Tak butuh waktu terlalu lama hingga kami berhasil membuat sebuah bolu pisang berbentuk bulat seperti roda mobil ayah. Tak sabar ingin segera mencicipi, anak-anak minta agar bolunya segera di potong. Bundapun memotong bolu itu menjadi 20 bagian.

Annisa : " waah asiiik bolunya jadi banyak"
Bunda : "  tapi bolu yang kita buatkan cuma satu kak"
Annisa : "iya tapikan dari satu bolu setelah bunda potong hasilnya jadi banyak. Ini udah masuk ke perut kakak satu potong"
Bunda : " nah itu yang kakak makan hanya seperduapuluhnya kak"
Annisa : " kok namanya seperduapuluh bun?"
Bunda : "iya kak, karena satu bolu kita potong jadi dua puluh. Jadinya, satu potongnya disebut seperduapuluh kak"
Annisa : "kalau kakak makan dua potong berarti udah seberapa itu bunda?"
Bunda : " ya berarti kakak udah makan dua perduapuluh kak"
Annisa : " kok bisa begitu bun?"

Akhirnya sisa pagi kami habiskan dengan seru untuk membahas pecahan dari sebuah bolu pisang.


#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Sabtu, 29 Juli 2017

Berapa Beratnya...?

Hari Sabtu adalah salah satu hari yang dinantikan anak-anak kami, karena di hari itu mereka dilibatkan sebagai koki di dapur bunda. Seperti pagi ini, bunda memberikan dua menu yang salah satunya harus dipilih anak-anak untuk selanjutnya dimasak bersama-sama. Pagi tadi anak-anak memilih puding coklat keju sebagai menu kudapan keluarga untuk hari ini. 

Semua bahan-bahan yang di butuhkan telah di letakkan di meja dapur. Sekarang saatnya menimbang semua bahan sesuai dengan yang dibutuhkan pada resep puding. Kakak caca yang membacakan resep, bunda dan adek yang menimbang dan menakar bahan-bahan yang kakak sebutkan.

Caca : " bubuk jeli 75 gram"
Bunda : " oke, yuk dek kita timbang bubuk jelinya"
Zhafira : " ditimbang itu diapain bun?"
Bunda : "ditimbang itu benda yang ingin kita ketahui beratnya di letakkan diatas timbangan, nanti timbangan akan menunjukan angka yang menupakan berat benda itu dek"
Caca : "ouh..jadi untuk nentuin beratnya ya bun?"
Bunda : "iya kak"
Zhafira : " o adek tau...berarti bubuk jeli ini kita taro di timbangan bun? Trus gimana caranya kita tau berapa beratnya?"
Bunda : " nah sekarang dek taruh jelinya diatas timbangan ini. Karena timbangan kita adalah timbangan digital, nanti timbangan akan mengeluarkan angka yang merupakan berat jeli yang adek taro itu."
Caca : "bun, berarti semua benda bisa kita cari tau dong berapa beratnya?"
Bunda : "bisa kak, semua benda bosa kita ukur beratnya"
Caca : " bunda..berarti mengukur itu macem-macem ya bun? Kemaren kita ngukur tinggi adek sama ngukur panjang meja, ngukur panjang baju adek, ngukur panjang telapak kaki adek, tapi ngukurnya pakai meteran bunda. Kalau yang sekarang ngukurnya pakai timbangan. "
Bunda : " iya kak, kalau kita mengukur harus menggunakan alat, namanya alat ukur. Contohnya, meteran yang kemaren kita pakai untuk mengukur panjang, dan timbangan ini untuk mengukur berat."
Zhafira : "ayo bun kita ukur berat jelinya, biar cepet dimasak, adek udah gak sabar nih pengen makan pudingnya "

Tawa kami pecah mendengan celotehan adek. Lalu proses menimbangpun berlanjut dengan seru.


#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Jumat, 28 Juli 2017

YUK, KITA MENGUKUR

Sore tadi rumah kami.kedatangan ibu-ibu petugas dari RT yang ingin mendata anak usia balita di lingkungan kami. Dek Zhafira salah satunya. Ibu petugas tersebut meninggalkan blanko isian yang harus kami isi. Salah satu data yang diminta adalah tinggi dan berat badan dek Zhafira.

Bunda : "yuk dek, kita ukur dulu tinggi adek."
Zhafira : " Diukurnya itu diapain bunda?"
Bunda  : " Dihitung tinggi badan adek dari telapak kaki sampai ke puncak kepala itu berapa"
Zhafira : " ooooh..trus ngukurnya pakai apa bunda?"
Bunda : " Karena bunda punyanya meteran, jadi kita ukur pakai meteran aja ya"

Lalu kamipun mulai mengukur tinggi badan zhafira.

Zhafira : " Berapa tinggi adek bun?"
Bunda : " 105 cm dek, Alhamdulillah adek udah tambah tinggi."
Zhafira : "Bunda , adek juga mau dong ngukur. Apa lagi yang bisa diukur bun?"
Bunda : "Semua benda bisa kita ukur panjangnya. Yuk, coba kita ukur panjang meja makan kita."
Zhafira : " ayo..ayoo, tapi adek yang ngukur ya bun, bunda ajarin caranya ya.."

Lalu sepanjang sis sorepun kami habiskan untuk mengukur benda-benda yang ada di dalam rumah.


#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Kamis, 27 Juli 2017

Rumah matematika kami

Hari ini bunda pulang lebih awal dari kantor, wah riang sekali kak caca dan dek zhafira menyambut bunda di halaman. Belum lagi bunda masuk ke dalam rumah, mereka sudah riuh mengajak main rumah-rumaan bersaam boneka berbie. Sambil menunggu bunda berganti pakaian, kakak dan adek mengeluarkan barbie beserta rumah dan isinya dari kotak penyimpanan.

Tak lama keduanya sudah asik sekali dalam permainan seru. Berbie caca adalah seorang koki handal yg sedang memasak di dapur. Sedangkan barbie zhafira adalah asistennya.

Caca : "zhafira...tolong ambilkan piring yang oval"
Zhafira : "ini kak", sahutnya sigap sambil menyerahkan piring berbentuk bulat
Caca : " bukan yang ini..tapi piring yang beentuknya ovaaaall"
Zhafira gadis kecil 4th itu celingak celinguk kebingungan, tai tak kehabisan akal diapun menghampiri saya dan berbisik,
Zhafira :" bunda, oval itu yang kaya gimana sih?"
Saya tertawa geli melihat raut wajah kebingungannya.
Bunda : " sini dek, bunda gambarin biar adek tau oval itu seperti apa"
Kemuadian saya mulai membuat gambar bermacam-macam bentuk bangun ruang sederhana.

Bunda : " sebelum main barbie lagi, kita main tebak bentuk dulu yuk, yang bisa nebak lebih banyak maka dialah pemenangnya"
Caca dan zhafira langsung bersorak penuh antusias.
Bunda :" benda apa yang ada dirumah kita yang bentuknya bulat?'
Caca : "piring, panci, bola"
Zhafira "roda mobil ayah, roda motor ayah, roda sepeda kakak, roda kereta kuda barbie. Yeaaayy ...adek yang nemuin paling banyaaak..adek menang..horeee"
Caca : "yeee...itu mah cuma satu..cuma roda doang dek"
Zhafira : " tapikan rodanya banyak kak..jadi adek menang"
Caca penatap mata saya lalu tawa kami berduapun pecah. Permainan tebak bentuk pun berlanjut hingga tiba waktu mandi sore.

#bunsayiip
#ilovematch
#m

Sabtu, 15 April 2017

Aliran Rasa Game Level 3

Family project yang menjadi topik pada game level ke 3 ini sungguh berdampak luar biasa pada keluarga kecil kami, terutama anak-anak. Berawal dari project pertama yang sederhana, membuat goreng pisang yang memang salah satu makanan favorit keluarga kami. Lalu seperti candu, sejak itu anak- anak selalu seperti tak ingin hari libur berlalu tanpa project keluarga.

Bermula dari project-project sederhana yang kami laksanakan ini, kami belajar bekerja sama dalam team. Anak-anak belajar menyusun rencana berikut langkah mengeksekusinya. Belajar bagaimana membuat dan menghormati keputusan bersama.

Satu hal berikutnya yang bgitu kami syukuri adalah dengan family project ini kami menemukan bahwa putri sulung kami memiliki ketertarikan yang besar pada dunia masak memasak. Semoga kami bisa memfasilitasinya dengan baik. 

Terima kasih IIP.

#Aliran rasa fampro
#Kuliah bunsay
#IIP

Sabtu, 08 April 2017

RENCANA YANG TERTUNDA (LAGI)

Manusia boleh berencana namun Allah lah yang menentukan. Hari ini adalah hari yang kami pilih untuk melakukan project percobaan sains pembuatan angin tornado, setelah sehari sebelumnya tertunda karena ayah dapat tugas dari kantor hingga pulang sudah larut malam.

Hari ini ayah dan bunda libur, begitu juga kak Caca. Tapi, pagi tadi hingga pukul 12.00 siang, ada kajian rutin bulanan bagi wali santri, di sekolah kak caca. Pulang dari sekolah kakak, kami sekeluarga langsung berangkat menghadiri undangan pernikahan salah satu teman bunda. Dan Subhanallah...kami terjebak dalam kemacetan yang luar biasa. Jarak tempuh yang biasanya hanya 45 menit menjadi 2,5 jam. 

Kami terjebak kemacetan panjang saat berangkat dan pulang. Walhasil, kami tiba di rumah kembali sesaat menjelang adzan Isya berkumandang. Menginggat kondisi kami sudah lumayan lelah, terutama anak-anak, akhirnya kami sekeluarga sepakat pelaksanaan project diundur kembali pelaksanaanya besok hari ahad pagi. Semoga Allah Ridhai, aamiin.


#Family Project
#Hari ke 16
#Game Level 3
#Kuliah Bunsay
#IIP


Jumat, 07 April 2017

RENCANA YANG TERTUNDA

Sore ini rencananya kami akan mengeksekusi project percobaan membuat angin tornado. Namun siang tadi bunda menerima telepon dari ayah, yang mengabarkan ayah pulang terlambat hari ini karena harus mengikuti meeting mendadak di salah satu kantor di cibinong. Ayah minta maaf dan juga mengatakan agar pembuatan angin tornadonya dilakukan besok hari sabtu saja sambil mengisi waktu libur.

Dek Zhafira awalnya kecewa sekali dan menangis. Bunda dan kak Caca berusaha menghibur, dengan mengajaknya berbelanja keperluan eksperimen untuk besok. Bunda mempersilahkan kak caca dan dek zhafira memilih-milih bahan yang dibutuhkan, dan masing-masing mendapat hadiah satu bungkus es krim fanila coklat.

Pulang berbelanja, bunda mengajak mereka berdua menyaksikan tayangan tentang angin tornado di youtube. Keduanya terkaget-kaget melihat akibat yang di timbulkan oleh angin tornado. Angin yang sanggup menghancurkan bagunan-bangunan dan apa saja yang dilewatinya. Dek Zhafira bahkan spontan menyampaikan kekhawatirannya apakah besok ketika kami bereksperimem rumah kami akan berantakan juga terkena tornando.

Kakak caca justru makin penasaran. Katanya, bagaimana mungkin angin tornado yang dibuat dari percobaan di botol bisa kuat mengangkat rumah? 
Naaah...yuk kita lihat besok ;)


#Family Project
#Hari ke 15
#game level 3
#Kuliah Bunsay
#IIP

Kamis, 06 April 2017

EKSPERIMEN PILIHAN DEK ZHAFIRA

Malam ini, seperti biasa usai makan malam, kami berkumpul yang kali ini pembicaraan fokus pada ekperimen untuk peoject sains yang kedua pilihan dek Zhafira. Bersama2 kami mengamati dan membaca petunjuk yang di jabarkan pada buku.

Membuat angin tornado, itulah eksperimen yang dipilih dek Zhafira, dan ini lah alat dan bahan serta langkah kerjanya :

Membuat Angin Tornado

Bahan dan alat:
1. Dua botol bekas air minum bening ukuran 1.5 liter.
2. Cutter atau gunting
3. Lakban atau selotip besar

Cara :
1. Isi salah satu botol dengan air sampai hampir penuh, kira-kira dua pertiga ukuran botol.
2. Susunlah botol kedua yang masih kosong dengan menghubungkan kedua mulut botol seperti membuat jam pasir.
3. Agar air dapat mengalir, beri lubang di kedua tutup botolsampai setengah diametet mulut /lubang botol.
4. Rekatkan kedua botol dengan bantuan lakban atau selotip besar sehingga bisa seperti jam pasir.
5. Gerakan memutar beberapa saat sebelum botol dibalikkan dan lihatlah aliran air di dalam botol akan membentuk tornado.
6. Ulangi eksprimenmu dengan membalikkan kembali botol airmu ke posisi semula/dijungkir dan lihatlah pusaran air yang tampak.
7. Agar lebih menarim dan nyata, berilah beberapa glitter potongan-potongan/serpihan plastik atau hiasan sehingga pusaran tornado seperti menerbangkan benda-benda di sekitarnya.

Ternyata bukanlah eksperimen yang sederhana untuk ukuran anak usia 4th seperti dek Zhafira. Tapi adek bersikukuh dia mau mencobanya dan ayah meyakinkan kami untuk mendukung dek Zhafira. Kamipun sepakat.

#Family Project
#Hari ke 14
#Game Level 3
#Kuliah Bunsay
#IIP

Rabu, 05 April 2017

PROJECT SAINS YANG KEDUA

Pagi tadi, bangun tidur dek Zhafira langsung menagih janji membuat project baru untuk praktek sain dari buku baru yang dilihatnya beberapa hari lalu. Semua penghuni rumah ditanyain satu persatu oleh adek, kapan project pilihannya akan dilaksanakan.

Melihat semangat dek Zhafira, usai sarapan ayah langsung membuka forum keluarga dengan membentuk team project sians yang kedua. Dan hahahaa....dek Zhafira langsung mengajukan dirinya sebagai pimpro.

Dari hasil diskusi maka disepakatilah bahwa team project kali ini terdiri dari dek zhafira sebagai pimpro. Ayah bertindak sebagai asisten pimpro. Bunda sebagai manaher bahan baku. Kak caca sebagai asosyen manager bahan baku. Waktu pelaksanaan di tetapkan hari sabtu.

Dek Zhafira riang sekali karena diijinkan jadi pimpro. Dengan sigap ia segera mengambil buku barunya dan memperlihatkan halaman buku yang dipilihnya untuk project kami ini. Namun karena pagi ini Ayah harus berangkat ke kantor, dan kaka Caca pun harus segera berangkat ke sekolah, maka ayah memutuskan nanti malam untuk membicaraan lebih lanjut project ini. Kami semua setuju.

#Family Project
#Hari ke 13
#Game Level 3
#Kuliah Bunsay
#IIP

Selasa, 04 April 2017

EKSEKUSI PROJECT MEMBUAT GUNUNG BERAPI

Siang tadi, dalam perjalanan pulang menjemput kakak dari sekolah, Bunda dan Kakak Annisa mampir ke toko untuk membeli perlengkapan yang dibutuhkan dalam membuat gunung berapi yang kami rencanakan kemarin. Alhamdulillah semua yang dibutuhkan telah tersedia.

Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Ba'da shalat ashar kami sekeluarga berkumpul diruang tengah, untuk membuat project gunung berapi. Didampingi ayah, kak Caca mulai membuat gunung berapi mngikuti langkah-langkah seperti petunjuk yang terdapat dalam buku Amazing cerita-cerita menakjubkan tentang keajaiban bumi. Bunda dan dek Zhafira sigap membantu disebelah kak Caca.

Setelah gunung dari tanah liat terbentuk, tengahnya di lubangi dan di dalamnya diletakkan wadah kecil yang berisi campuran soda kue, deterjen dan pewarna merah. Dek Zhafira membantu menghias gunung dengan macam-macam tumbuhan yang dipetik dari halaman rumah.

Tibalah saatnya meneteskan cuka kedalam wadah kecil didalam lubang gunung. Dan wooww...kami semua memandang takjub pada puncak gunung yg seketika mengeluarkan semburan xairan berwarna merah, mirip lava gunung berapi sungguhan. Ternyata seperti ini ya kalau gunung berapi meletus.

Ayahpun menjelaskan bagaimana proses sesungguhnya letusan gunung berapi. Nah, pada percobaan yang kami lakukan, semburan lava buatan bisa terjadi karena apabila baking soda dicampur dengan cuka yang diberi pewarna merah akan menghasilkan semburan laksana lava. Semakin banyak cuka yang diberikan akan semakin tinggi pula semburan yang dihasilkan.

Rangkaian percobaan kemudian ditutup dengan menonton cuplikan letusan gunung berapi di youtube. Alhamdulillah, kami semua senang dan bahagia dengan suksesnya percobaan sains kami yang pertama ini.


#Family Project
#Hari ke 12
#Game level 3
#Kuliah Bunsay
#IIP

Senin, 03 April 2017

PIMPRO MNENTUKAN PILIHAN

Malam ini, pada Forum keluarga yang dibuka usai makan malam, ayah menanyakan apa kah kak Caca sebagi pimpro sudah menetapkan pilihan untuk project kali ini. Kakak mengatakan bahwa masih bingung mau pilih yang mana dari begitu banyak pilihan yang terdapat pada buku barunya.

Akhirnya kami memutuskan untuk memilihnya secara bersama-sama. Setelah berembuk, maka pilihan jatuh pada percobaan membuat gunung berapi. Bahan yang di butuhkan dan langkah pembuatannya adalah sebagai berikut: 

Membut Gunung Berapi

Alat dan Bahan:
1. Pasir/Tepung kanji/Tanah liat
2. Piring plastik besar
3. Wadah kecil
4. Pewarna merah
5. Cuka
6. Baking soda
7. Sabun Cuci
8. Air
9. Sendok teh

Langkah Kerja:
1. Buatlah gunung dari pasir/tepung kanji/tanah liat. Lubangi tengahnya.
2. Masukan 2 sendok teh baking soda, 1 sndok teh deterken sabun cuci, dan 5 tetes pewarna merah ke dalam wadah kecil, lalu masukan wadahnya kedalam gunung.
3. Letakan gunung diatas piring besar yang sudah disiapkan. Bisa ditambah hoasan dengan macam-macam tumbuhan, ranting, atau binatang supaya menarik
4. Untuk membuat letusannya, masukan beberapa teyes cuka ke dalam lubang gunung tersebut. Dan lihat hasilnya.

Waah..jadi tak sabar rasanya menunggu besok. Kami semua penasaran bagaimana hasilnya.

#Family Project
#Hari ke 11
#Game level 3
#Kuliah Bunsay
#IIP

Minggu, 02 April 2017

BUKU BARU KESAYANGAN

Siang tadi, bapak petugas JNE berhenti di depan rumah kami, mengetuk pintu pagar sambil mengucapkan salam. Kak Annisa dan Dek Zhafira langsung berlarian membuka pintu pagar. Bapak petugas memberikan sebuah paket pada mereka, sementara bunda menandatangani tanda terima di buku pak petugas.

Anak-anak berseru girang begitu bungkus paket dibuka. Isinya 4 buah buku yang memang kedatangannya sudah kami tunggu-tunggu. Tak butuh waktu lama kakak dan adik sudah larut dengan bukunya masing-masing. Tetiba kak Caca mengusulkan pendapat bahwa dia sudah menemukan project keluarga kami berikutnya.

Kakak ingin melakukan praktek bagaimana meletusnya sebuah gunung berapi, seperti yang terdapat pada buku baru yang sedang dibacanya. Dek Zhafira pun rupanya tidak mau kalah. Diapun segera mengajukan project mempraktikan percobaan yang ada di buku yang sejak tadi di bolak-baliknya.

Ayah menengahi. Karena project sebelumnya adek sudah bertindak sebagai pimpro, maka untuk projct kali ini, kak Caca yang di beri kesempatan untuk memilih dan menetukan apa project kami kali ini. Dek Zhafira untuk project selanjutnya.

Maka disepakatilah pimro kali ini adalah kaka Caca. Asisten pimpro adalah ayah. Bunda sebagai manager bahan baku. Dan dek zhafira sebagai asisten manager bahan baku. Besok dijadwalkan pemilihan apa projectnya dan pengadaan  bahan baku. Waktu pelaksanaan project kali ini adalah, hari selasa ba'da Ashar, insya Allah.

#Family project
#Hari ke 10
#Game level 3
#Kuliah bunda sayang
#IIP

Sabtu, 01 April 2017

PUDING HIJAU LEZAT KOCIL

Hari ini adalah hari yang kami tunggu-tunggu, karena hari ini menjadi hari pertama kali dek Zhafira yang berusia 4th, memimpin project memasak puding. Semua bahan-bahan yang dibutuhkan sudah di beli oleh ayah dan kak Caca yang bertugas sebagai manager dan asisten manager bahan baku.

Ba'da Ashar adalah waktu yang kami sepakati untuk membuat puding hijau ini. Ayah dan kak Caca mengeluarkan semua bahan yang dibituhkan dari lemari penyimpanan. Bunda dan dek Zhafira menyiapkan peralatan yang akan digunakan. Setelah semua siap, Ayah memimpin kami untuk berdo'a bersama sebelum eksekusi project dilakukan.

Selanjutnya, kami semua mendampingi dek Zhafira memasak puding. Bunda yang membacakan satu persatu  langkah cara membuat puding ini sesuai dengan resep yang sudah kami pilih. Dek zhafira yang melaksanakan tahapan langkah yang dibacakan, di dampingi kak Caca dan bunda. Semuanya bersemangat menakar, mencampur dan mengaduk bahan puding didalam panci.

Sementara kami bertiga memasak puding, ayah dengan sigap menyiapkan cetakan puding. Satu buah cetakan berbentuk lucu dengan ukuran sedang. Cetakan di cuci bersih sebelum digunakan. Tak berapa lama kemudian, puding dipancipun mendidih. Dengan sigap dek zhafira dibantu kak Caca menuangkan puding panas itu kedalam cetakan. 

Setelah proses memasak selesai, kak Caca di 
dampingi ayah mencuci kembali hingga bersih semua peralan yang tadi kami gunakan.

Setelah uap panas puding hilang, bunda memindahkan puding kedalam kulkas agar dingin dengan sempurna. Dan sesuai rencana semuala, puding ini akan dibawa sebagai buah tangan saat berkunjung ke rumah nenek besok pagi.

Alhamdulillah pembuatan puding berjalan lancar dan semuanya tersenyum bahagia


#Family Project
#Hari ke 9
#Kuliah Bunda Sayang
#IIP


Jumat, 31 Maret 2017

RESEP PUDING KEDUA UNTUK ADIK

Sore tadi, ba'da shalat Ashar kami sekeluarga berkumpul di ruang tengah sembari minum teh. Kakak membuka percakapan dengan menceritakan keseruan yang dialaminya di sekolah hari ini. Pagi tadi ada kegiatan berbagi kudapan di kelas kakak. Puding berwarna hijau adalah salah satu menu berbagi yang dibawa oleh teman sekelas kakak. Semuanya suka puding hijau karena rasanya lezat sekali.

Adik yang mendengar cerita kakak, tetiba mengatakan ingin membuat puding hijau saja untuk project puding lezat kocil yang akan dibuat hari sabtu esok. Akhirnya kami sepakat untuk mencari kembali resep puding di internet. Lalu ayah menyalakan laptop dan menuliskan kalimat resep puding hijau di mesin mencari google.

Setelah membaca banyak sekali resep puding hijau kami memilih resep puding hijau berikit ini untuk di buat pada project sabtu nanti.

Puding Santan Rasa Pandan

Bahan:
1 bungkus puding santan rasa pandan nutrijell
500ml air
1 lembar daun pandan

Cara membuat:
1. Masukkan bubuk  puding santan kedalam panci,lalu tambahkan 500ml air dan aduk rata.
2. Masak dengan api sedang sambil diaduk hingga mendidih.
3. Tuang kedalam cetakan dan dinginkan.
4. Puding siap dinikmati

Sebelum laptop ditutup, ayah kembali menegaskan kepada kami apakah hati sudah mantab untuk memilih resep puding yang kedua ini. Dan kami jawab serentak bahwa kami semua sudah mantab untuk memilih resep ini.

#Family Project
#Hari ke 8
#

Kamis, 30 Maret 2017

BERBURU RESEP PUDING YUK...

Sore ini usai shalat ashar, kami sekeluarga duduk didepan laptop ayah yang kebetulan hari ini ayah pulang dari kantor lebih awal. Sesuai dengan rencana hari ini kami akan mulai berburu resep puding sederhana namun lezat.

Kami berusaha mencari resep yang sederhana dan mudah dalam proses pembuatannya. Setelah melihat beberapa resep puding, akhirnya kami menemukan resep yang kami inginkan. Pilihan kami jatuh pada puding susu. Berikut resepnya.

Puding Susu

Bahan
800 ml air
1 bungkus agar-agar bubuk putih
1 kaleng susu kental manis

Cara membuat
1. Siapkan panci, masukkan air, susu kental manis dan agar-agar, lalu aduk rata. Kemudian masak diatas api sedang sambil diaduk-aduk terus hingga mendidih.
2. Angkat dan tuang ke dalam cetakan dan dinginkan ke dalam freezer.

Melihat penggunaan bahan yang lebih sedikit dan cara pembuatan yang sederhana sekali, kami optimis bahwa adek Zhafira yang berusia 4th mampu membuat puding ini.


#Tantangan hari ke 7
#Family Project
#Game Level 3
#Kuliah Bunda Sayang
#IIP