Jumat, 31 Maret 2017

RESEP PUDING KEDUA UNTUK ADIK

Sore tadi, ba'da shalat Ashar kami sekeluarga berkumpul di ruang tengah sembari minum teh. Kakak membuka percakapan dengan menceritakan keseruan yang dialaminya di sekolah hari ini. Pagi tadi ada kegiatan berbagi kudapan di kelas kakak. Puding berwarna hijau adalah salah satu menu berbagi yang dibawa oleh teman sekelas kakak. Semuanya suka puding hijau karena rasanya lezat sekali.

Adik yang mendengar cerita kakak, tetiba mengatakan ingin membuat puding hijau saja untuk project puding lezat kocil yang akan dibuat hari sabtu esok. Akhirnya kami sepakat untuk mencari kembali resep puding di internet. Lalu ayah menyalakan laptop dan menuliskan kalimat resep puding hijau di mesin mencari google.

Setelah membaca banyak sekali resep puding hijau kami memilih resep puding hijau berikit ini untuk di buat pada project sabtu nanti.

Puding Santan Rasa Pandan

Bahan:
1 bungkus puding santan rasa pandan nutrijell
500ml air
1 lembar daun pandan

Cara membuat:
1. Masukkan bubuk  puding santan kedalam panci,lalu tambahkan 500ml air dan aduk rata.
2. Masak dengan api sedang sambil diaduk hingga mendidih.
3. Tuang kedalam cetakan dan dinginkan.
4. Puding siap dinikmati

Sebelum laptop ditutup, ayah kembali menegaskan kepada kami apakah hati sudah mantab untuk memilih resep puding yang kedua ini. Dan kami jawab serentak bahwa kami semua sudah mantab untuk memilih resep ini.

#Family Project
#Hari ke 8
#

Kamis, 30 Maret 2017

BERBURU RESEP PUDING YUK...

Sore ini usai shalat ashar, kami sekeluarga duduk didepan laptop ayah yang kebetulan hari ini ayah pulang dari kantor lebih awal. Sesuai dengan rencana hari ini kami akan mulai berburu resep puding sederhana namun lezat.

Kami berusaha mencari resep yang sederhana dan mudah dalam proses pembuatannya. Setelah melihat beberapa resep puding, akhirnya kami menemukan resep yang kami inginkan. Pilihan kami jatuh pada puding susu. Berikut resepnya.

Puding Susu

Bahan
800 ml air
1 bungkus agar-agar bubuk putih
1 kaleng susu kental manis

Cara membuat
1. Siapkan panci, masukkan air, susu kental manis dan agar-agar, lalu aduk rata. Kemudian masak diatas api sedang sambil diaduk-aduk terus hingga mendidih.
2. Angkat dan tuang ke dalam cetakan dan dinginkan ke dalam freezer.

Melihat penggunaan bahan yang lebih sedikit dan cara pembuatan yang sederhana sekali, kami optimis bahwa adek Zhafira yang berusia 4th mampu membuat puding ini.


#Tantangan hari ke 7
#Family Project
#Game Level 3
#Kuliah Bunda Sayang
#IIP

Rabu, 29 Maret 2017

PUDING NIKMAT DAPUR KOCIL

Malam ini seperti biasa kami sekeluarga ngobrol mengelilingi meja makan. Ayah bertanya pada anak-anak apa rencana mereka libur akhir pekan ini. 

Bunda menyampaikan permohonan izin ahad nanti bunda akan mengikuti kegiatan seminar yang diadakan oleh IIP Bekasi yang betempat di kampus bani saleh. Kak Caca langsung mengusulkan ahad nanti mereka berkunjung ke rumah neneknya. Alasan kunjungannya sederhana sekali, yaitu ingin bermain dengam dedek bayi Musa yang berusia 3 bulan.

Dek Zhafira kontan setuju dengam usul kakaknya. Tapi ia mengajukan syarat bajwa dek hafira mau berkunjung ke rumah nenek asalkan kami membuat project family yang diketuai oleh dek Zhafira, dan projectnya masak-masak seperti kemarin dan dek zhafira yang menjadi Koki Utama. Kami bertiga menyetujui usalan dek Zhafira.

Maka malam ini di sepakati project kami yang selanjutnya adalah membuat puding sesuai dengan usulan dek zhafira. Poject kali ini dipimpin oleh dek zhafira sebagai koki utama. Bunda sebagai asisten koki. Ayah sebagai manager bahan baku. Kak Caca sebagai asisten manager bahan baku.

Tahapan penyelesaian project kami bagi tiga. Pertama pembentukan struktur pelaksana project, yang sudah kami lakukan malam ini. Kedua, pada hari berikutnya kami bersama-sama akan berburu resep puding yang lezat dari internet dan memilih salah satunya. Lalu yang ketiga pelaksanaan project. Hari Sabtu sore usai shalat ashar adalah waktu yang kami pilih untuk melaksanakan project, dengan pertimbangan ahad pagi puding yang dibuat akan dibawa ke rumah nenek sebagai buah tangan.

#Family Project
#Hari KeEnam
#Kuliah Bunda Sayang
#IIP

Selasa, 28 Maret 2017

EKSEKUSI CUMI LEZAT DARI DAPUR KOCIL

Hari ini adalah hari yang kami sekeluarga tunggu-tunggu. Bukan hanya karena hari ini hari libur nasional, tapi karena hari inilah jadwal yang kami pilih untuk melakukan project keluarga yang ke tiga.

Usai shalat subuh dek zhafira langsung minta mandi, dan diikuti oleh semua anggota keluarga yang lain. Pagi ini sesuai dengan jadwal, kami akan berbelanja semua kebutuhan yang diperlukan, untuk membuat cumi kuah saos tiram. Pasar pagi kompleklah yang menjadi tujuan kami berbelanja.

Kak Cacha dan dek Zhafira ikut langsung memilih-milih cumi segar di lapak abang penjual aneka ikan. Bunda yang memberikan penjelasan dan contoh bagimana memilih cumi yang baik dan layak di konsumsi. Setelah pembelian cumi beres, kami beranjak ke lapak engkong penjual berbagai macam bumbu dapur. 45 menit kemudian, setelah memastikan semua bahan yang tertulis di daftar belanja sudah kami beli, kamipun segera pulang.

Setibanya di rumah, dengan sigap ayah dan dek zhafira menurunkan barang belanjaan kami dari motor. Selanjutnya bunda dan kak Caca membersihkan dan memotong-motong cumi. Kemudian dilanjutkan menyiapkan bumbu yang dibutuhkan, bunda yg menentukan jumlah tiap bumbu dapur yang di gunakan, kak caca yang membersihkan dan memotong serta menggeprek bumbu-bumbu tersebut.

Proses memasak hampir 90% dikerjakan oleh kak Caca. 30 menit berlalu, dan taraaaa...cumi kuah saos tiram olahan koki cilik Caca telah terhidang di meja makan kami. Hmm...lezaaatnya.

Setelah semua masakan beres, kami berkemas untuk berangkat berenang. Sebagian masakan cumi kuah saos tiram kami jadikan bekal untuk makan siang di lokasi berenang nanti. Saat makan siang tiba, semua makan dengan lahap.

#FamilyProject
#HariKe5
#TantanganLevel3
#KuliahBundaSayang
#IIP

Senin, 27 Maret 2017

Berburu Resep Masakan Untuk Project Ketiga

Malam ini selepas makan malam bersama, kami sekeluarga berkumpul di ruang tengah, berjubel di depan laptop ayah. 

Sesuai dengan perencanaan yang kami buat untuk project Cumi Lezat Dari Dapur Kocil maka hari ini adalah jadwalnya kami mencari resep masakan cumi yang sederhana dan sesuai dengan lidah anak-anak.

Kami menemukan banyak sekali resep masakan dengan bahan dasar Cumi-cumi. Setelah berdiskusi maka kami memilih satu resep masakan yang akan di praktekan besok untuk project ketiga keluarga kami.

Taraaaa....inilah resep yang kami pilih:

Cumi Kuah Saos Tiram

Bahan:
1/4kg Cumi ukuran sedang
4 siung bawang merah ( diiris )
3 bawang putih ( geprek )
1 ruas jari jahe ( geprek )
2 ruas jari lengkuas ( geprek )
1 batang  serai ( geprek )
1 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk
4 sendok makan saos tiram
2 gelas air
2 sendok makan minyak untuk menumis
Garam secukupnya

Cara membuat:
Bersihkan cumi-cumi lalu potong-potong kecil sesuai selera. Panaskan wajan dan masukkan minyak, lalu tumis bawang merah + bawang putih. Setelah wangi masukkan jahe+lengkuas+serai+daun salam+daun jeruk. Setelah daun daunan layu, masukkan air tunggu hingga mendidih. Setelah mendidih masukkan cumi-cumi dan saos tiram. Masak kurang lebih 5 menit, lalu angkat. Setelah uap panas sudah berkurang tambahkan garam.

Alhamdulillah resep masakan sudah didapat. Anak-anak tak sabar menunggu esok agar bisa segera mempraktekkan resep yang kami rencanakan.

#FamilyProject
#TantanganLevel3
#KuliahBunsay
#IIP

Minggu, 26 Maret 2017

CUMI LEZAT DARI DAPUR KOCIL

Siang tadi, saat kami sekeluarga berlumpul di meja makan usai santap siang, ayah mengajukan pertanyaan.

Ayah : "Hari selasa libur nasional. Enaknya kita ngapain ya untuk mengisi hari libur itu?"

Bunda : "hmm...ngapain ya yang seru..?"

Kak Caca : " Kakak tau...gimana kalau kita masak-masak. Kakak kangen pengen jadi koki cilik lagi nih bun kaya yang waktu itu"

Adek Zhafira : " iya kak..iyaa kak..adek juga seneng kita main masak-masakan tapi makananya beneran bisa kita makan"

Tawa kami pecah mendengar komentar adek.

Ayah : " oke, kalau begitu apa yang akan kita masak? Terus, siapa pimpinan project kita kali ini?

Kak Caca : " kakak dong yah, kan project bersih-bersih kamar mandi kemaren udah adek, jadi yang sekarang gantian dong. Terus kakak punya ide, gimana kalau kita masak cumi-cumi kesukaan kakak sama adek.."

Bunda : " waah..keliahatannya bakal seru tuh kak kita masak cumi, tapi menunya jangan yang kaya bunda biasa bikin. Kita coba resep masakan cumi yang baru yuk.."

Dek Zhafira : " waah...adek suka makan cumi. Iya kak adek mau kita masak cumi aja"

Lalu dari obrolan siang tadi disepakatilah project kami berikutnya adalah memask menu baru dari cumi-cumi. Pimpinam project adalah kakak Caca yang menjabat sebagai koki cilik. Bunda sebagai asisten koki cilik. Ayah sebagai manager bahan baku. Adek Zhafira sebagai asisten manager bahan baku.

Rencana kegiatannya adalah, hari ini pembentukan team dan pembagian tugas. Kemudian besok hari senin, kami bersama-sama akan mencari resep masakan dengan bahan dasar cumi-cumi di internet dan memilih salah satunya. Waktu pelaksanaan project adalah hari selasa, yang diawali dengan kami semua berangkat kepasar menemani ayah dan dek zhafira belanja bahan baku. Setelah itu baru eksekusi di dapur yang di ketuai oleh koki cilik Caca.

Semoga rencana dan pelaksanaan project ketiga kami ini berjalan dengan lancar. Aamiin.


#Family project
#Tantangan level 3
#Kuliah Bunda Sayang
#IIP

Sabtu, 25 Maret 2017

AKSI PASUKAN KINCLONG

Kemarin malam dalam obrolan di meja makan, Ayah menanyakan kak Caca (7th) dan dek Zhafira (4th) ingin bikin project apa lagi. Ide muncul dari dek Zhafira.

Dek Zhafira : " kita ngilangin licin kamar mandi aja yuk kak, kasihan tadi bunda kepleset"

Memang saat bunda keluar dari kamar mandi setelah berwudhu shalat maghrib, bunda terpeleset ketika menginjak bagian lantai yang ternyata sudah mulai licin. Hari ahad yang lalu memang rencana menguras bak dan menyikat lantai dan dinding kamar mandi, karena sesuatu dan lain harpaksa ditunda.

Kami sekeluarga setuju dan menyepakati usulan dek Zhafira.
Selanjutnya project ini kami beri judul Aksi Pasukan Kinclog. Lalu berikutnya terpilihlah dek Zhafira sebagai jendral pasukan kinclong. Ayah sebagai Komandan peralatan. Bunda sebagai komandan wilayah bak dan dinding kamar mandi, kak Caca komandan wilayah lantai dan kloset.

Waktu pelaksanaan esok sabtu pukul 16.00 wib. Sengaja dipilih sore hari agar setelah selesai kegiatan semua anggota pasukan bisa langsung mandi sore.

Keesokan harinya, pagi-pagi sebelum berangkat kerja ayah  menyiapkan sikat kloset, sikat lantai bergagang panjang, sikat kecil untuk bak kamar mandi beserta cairan pembersih lantai karamar mandi.

Tibalah waktu pelaksanaan pelaksanaan. Dek Zhafira, kaka Caca dan bunda melangkah penuh semangat menuju kamar mandi. Bunda menguras bak, dilanjut dengan dinding kamar mandi. Kak caca dengan sigap menyiram cairan pembersih dan menyikat kloset, dilanjut dengan menyikat bagian lantai dengam sikat bertangkai panjang. Dek Zhafira membantu menyiram bagian-bagian yang telah bunda dan kakak sikat. Semua meleksanakan tugasnya denga riang gembira sambil menyanyikan berbagai macam lagu anak-anak. Setelah satu jam kami bekerja, alhamdulillah kamar mandi telah berubah kinclong dan wangi. Setelah merapikan kembali semua peralatan yang digunakan, lalu ki mandi secara bergantian.

Malam hari saat kami sekeluarga nerkumpul mengelilingi meja makan, ayah menamyakan bagaimana aksi pasukan kinclong hari ini. Adek dan kakak menjelaskan dengan penuh semangat keberhasilan kami menuntaskan project Aksi pasukan kinclong hari ini. Ayah mengacungkan dua jempulnya pada adek dan kakak, tanda bangga. Kemudian obrolan berlanjut dengan ide kakak caca untuk projec kami berikutnya.

#family project
#tantangan level 3
#kuliah bunda sayang
#IIP


Kamis, 23 Maret 2017

KOKI CILIK PISANG GORENG

Pagi tadi saat sarapan bersama, ayah mengomentari dua setengah sisir pisang kepok yang tergeletak di meja dapur. Hari Ahad lalu kamiendapat kiriman 4 sisir pisang kepok dari mbah.

Ayah : waah..pisang kita sudah mateng banget, Kalau gak segera dimakan, bisa busuk nih. Aduuh kita bisa berdosa membuang-buang makanan kalau pisangnya dibiarkan busik dan dibuang.

Bunda segera memancing dengan ucapan : iya betul yah. Hmm...enaknya diapain ya?

Kak Caca : Dibikin pisang goreng aja bun

Dek Zhafira : Direbus aja bun

Ayah : waah..digoreng ataupun direbus sama enaknya tuh. Tapi ini pisang kita terlalu banyak kalau kita habis berempat.

Kak Caca : gimana kalau abis kakak pulang sekolah pisangnya kita goreng terus nanti sore kakak bawa ke TPA pas kakak ngaji. Trus pas istirahat kakak bagiin ke ustadzah dan teman-taman kakak.

Dek Zhafira : iya..iya kak, adek mau...adek mau, nanti adek yang bungkusin pisang gorengnya ya kak.

Ayah : ide yang cemerlang kak, Ayah setuju.

Bunda : Keren..kereen.

Lalu disepekatilah hari ini kami akan membuat projek dengan judul : Koki Cilik Pisang Goreng. Pimpronya adalah kakak Caca yang merangkap menjadi koki yang akan membuat pisang goreng. Dek Zhafira bertugas sebagai manager packing product. Bunda sebagai asisten koki, dan Ayah bertugas sebagai manager pengadaan bahan baku.

Sebelum berangkat ke kantor, ayah memeriksa semua ketersediaan bahan yang dibutuhkan koki, dan mengumpulkannya di meja dapur.

Akhirnya waktu eksekusipun tiba.
Kak Caca dan dek Zhafira pengupas semua pisang yang akan diolah. Bunda membantu membuat adonan tepung pelapis pisang. Kak Caca menggoreng pisang-pisang itu, sementara itu dek Zhafira sibuk meletakkan tisu dapur diatas piring besar wadah pisang goreng yang sudah matang. 
Setelah pisang goreng tidak terlalu panas, bunda dan kak caca membantu dek zhafira memasukkan pisang goreng ke dalam kemasan plastik yang sudah disiapkan ayah tadi pagi. Semua kegiatan memasak dan mengemas berikut cuci-cuci peralatan selesai dalam waktu 2,5 jam.

Pukul 16.00 kakak berangkat ngaji ke TPA yang letaknya hanya berjarak satu rumah dari rumah kami. Saat santri TPA istirahat dan bermain di taman depan TPA, dek zhafira menyusul ke taman untuk membantu kakak membagikan pisang goreng dan air mineral kemasan.

Malam hari, ketika kami berkumpul di meja makan usai santap malam, ayah bertanya bagaimana pelaksanaan projek hari ini dan apa yang kaka dan adik rasakan.
Seruuu...itu jawaban kompak anak-anak. Alhamdulillah projek pertama kami sukses.

#Hari ke 1
#Projek Keluarga
#Tantangan level 3
#Kuliah Bunda Sayang
#IIP


Sabtu, 18 Maret 2017

Aliran Rasa 2 #Melatih Kemandirian Anak

Melatih kemandirian pada anak adalah proses yang luar biasa. Sungguh beberapa kali saya dibuat begitu terpana, saat membersamai Annisa sulung saya yang berusia 7 tahun berproses melatih kemandiriannya pada tugas level ke dua kuliah Bunda Sayang ini.

Setelah mendapatkan materi melatih kemandirian anak pada kelas Bunda Sayang ini, maka dengan dukungan suami, saya bulatkan tekad untuk melatih anak-anak saya untuk mandiri, Dengan bermodalkan komunikasi produktif, saya sampaikan ke anak-anak bahwa mulai hari itu kami akan bermain game dengan judul "Akulah si Anak Mandiri". Alhamdulillah, anak-anak menyambut permainan barunya ini dengan antusias.

Kemandirian pertama yang saya latihkan untuk Annisa adalah mandi sendiri setiap kali jam mandi tiba. Dua hari pertama semua berjalan lancar dan dilaluinya dengan riang. Kadarullah, dihari ketiga hingga sepekan kemudian, saya jatuh sakit yang membuat saya hanya bisa berbaring saja. Disinilah mata saya terbuka, Annisa tak hanya mampu mandiri dalam urusan dirinya sendiri, tapi ia juga turun tangan memandikan adiknya yang berusia 3 tahun, dan membantu melayani berbagai kebutuhan adiknya itu.
Oolalaa...kemana saja mata dan fikiran saya selama ini hingga tak melihat dan menyadari bahwa seorang anak sungguh pembelajar dan pejuang sejati.

Tersentak akan kenyataan bahwa seringkali selama ini justru sayalah yang menjadi faktor penghambat proses kemandirian Annisa. salah satu contoh, dia yang sebetulnya sudah bisa mandi sendiri, tetapi saya 'rampas' kesempatannya untuk konsisten berlatih mandi, dengan satu alasan bahwa ibunya ini khawatir mandi Annisa kurang bersih.

Dengan penuh haru saya menyerahkan 'lencana terima kasih' yang disiapkan ayah, pada Annisa.
Satu tekad yang kuat bahwa saya akan terus belajar memantaskan diri menjadi ibu yang sesungguhnya bagi anak-anak saya.
Sungguh materi kedua kelas Bunda Sayang ini telah menyadarkan saya. Terima kasih Bu Septi. Terima kasih IIP.

Sabtu, 11 Maret 2017

Tantangan#2 Hari ke 10

Memasuki hari ke sepuluh latihan kemandirian untuk Annisa.
Alhamdulillah kesehatan saya makin membaik. Hari ini saya sudah mulai bisa berjalan-jalan di dalam rumah. Anak-anak riang sekali melihat perkembangan saya. Ternyata tak salah ya...anak-anak memang makhluk yang berempati tinggi. Selama saya sakit ini mereka sigap berlomba membantu jika saya membutuhkan sesuatu.

Dengan sakitnya saya, rasanya ikut menjadi pemicu bagi Annisa untuk betul-betul mandiri mengurus semua keperluannya sendiri. Ditambah juga dengan membantu mengurus keperluan adiknya, dan beberapa pekerjaan rumahpun ikut pula dikerjakannya. Keadaan dan kondisi sekitar ikut menjadi faktor percepatan bagi latihan kemandirian Annisa.

Besok setelah saya mulai pulih, satu janji akan segera saya tunaikan pada putri sulung saya itu, yaitu mengajarinya keramas bersih...:)

Tantangan#2 Hari ke 9

Hari ini Alhamdulillah saya tak lagi hanya berbaring saja, saya sudah bisa duduk. 
Anak-anak senang melihat kemajuan kesehatan saya yang berangsur mulai membaik. Annisa masih mematuhi latihan kemandiriannya. Tak lagi sekedar mandi untuk dirinya sendiri tapi juga membantu adiknya mandi.

Sebagian kebutuhan saya pun dibantu olehnya. menyuapi saya makan, menyiapkan obat dan air minum, hingga memimijit-mijit kaki dan tangan saya. Hari ini Annisa menambah satu lagi kegiatan latihannya yaitu menyapu lantai. Hanya ke lantai dua tidak saya izinkan, karena khawatir adik ikut naik tangga tanpa pengawasan saya sementara ayah belum pulang.

Semua aktivitas barunya itu ditiru pula oleh adiknya. 
Semoga kasih sayang dan perlindungan Allah selalu bersama kalian nak...aamiin.

Tantangan#2 Hari ke 8

Hari ini, latihan kemandirian Annisa dalam hal mandi sendiri, berjalan lancar. 
Ia juga mulai meningkatkan latihannya dengan mengurus keperluan makannya sendiri. Dari tempat tidur, saya tersenyum saat ia meminta izin memindahkan kursi belajarnya kedapur yang akan digunakannya sebagi tempat pijakan saat mengambil nasi dari magicom.

Annisa juga menambah sendiri 'materi' latihan kemandiriannya dengan membantu melayani kebutuhan adiknya. Ah, betapa selama ini ternyata saya telah salah menilainya belum cukup mampu dengan alasan masih terlalu kecil.
Hari ini saya melihat sendiri bukti, bahwa anak-anak memang pembelajar sejati.

Tantangan#2 Hari ke 7

Hari ini dokter menyarankan saya untuk dirawat di rumah sakit. 
Duhai...tidak terbayangkan bagaimana repotnya suami yang harus bolak-balik ke rumah dan rumah sakit untuk menemani saya. 
Lalu anak-anak..? oh..tidak..tidak..saya langsung menolak.

Saya bujuk suami agar bicara dengan dokter untuk mempertimbangkan kemungkinan saya dirawat di rumah saja. Alhamdulilah, dokter mengizinkan dengan pertimbangan kami kebetulan bertetangga, jadi setiap hari beliau bisa mampir untuk mengecek kondisi saya.

Alhamdulilah dari tempat tidur ini, saya masih dapat menikmati suara byarr byuur Anisa dari kamar mandi yang melanjutkan latihan kemandiriannya untuk mandi sendiri.

Tantangan#2 Hari ke 6

Hari ini saya masih harus menikmati indahnya berbaring saja seharian, bahkan sekedar membaca dan membalas pesan singkat di HP pun dokter melarang saya untuk sementara.

Annisa tetap melanjutkan latihan kemandiriannya terutama untuk kegiatan mandi. Pagi ini, ia menunaikan janji yang diucapkannya tadi malam pada saya. Annisa membantu memandikan adiknya dengan didampingi ayah sebagai pengawas.

Dari tempat saya berbaring, saya bisa mendengar tawa riang anak-anak yang mandi sambil bermain air bersama. Alhamdulillah, sungguh saya bersyukur ujian sakit saya ini datang setelah saya sempat melatih Annisa untuk mandiri dalam hal mandi. 
Terima Kasih Ibu Septi..:)

Tantangan#2 Hari ke 5

Hari ini tubuh saya meminta haknya untuk beristirahat total, betul-betul berbaring saja di tempat tidur. Gejala kurang enak badan yang sebenarnya sudah dirasakan sejak beberapa hari yang lalu namun diabaikan, akhirnya memaksa saya untuk berhenti dari semua aktivitas.

Annisa masih melanjutkan latihan mandi sendiri-nya. Apalagi melihat bundanya terbaring saja, sepertinya semakin membangkitkan kesadarannya untuk dapat mengurus semua keperluannya sendiri.

Pulang sekolah Annisa bahkan membantu memijat kaki bunda, dan juga sigap menyiapkan obat dan air minum ketika tiba waktunya bunda harus minum obat.
malam ini ia berbisik ketelinga saya, bahwa mulai besok ia akan membantu memandikan adiknya. Bunda cepat sembuh ya, ucapnya sebelum tertidur lelap.
Terima Kasih nak...

Tantangan#2 Hari ke 4

Memasuki hari ke empat latihan mandi sendiri untuk Annisa.
Alhamdulilah mandi pagi dan sore tadi berjalan lancar. Ternyata kebiasaan itu betul-betul sangat lekas menular. Terbukti si adek yang berusia 3,5 tahun pun tadi pagi mulai menolak untuk saya mandikan. Adek mau mandi sendiri seperti kakak, begitu katanya.

Jadilah pagi ini saya hanya mendampingi adek saat mandi. sekedar menjadi 'asisten' yang bertugas membantu mengambilkan sikat dan pasta gigit yang letaknya memang belum terjangakau tangan mungilnya.

Satu keinginan yang disampaikan Annisa hari ini adalah, ia minta diajari bagaimana caranya keramas yang bersih. Empat hari latihan mandi sendiri ini memang belum beserta keramasnya. Jadi keramasnya masih bunda yang keramasin.

oke kak Annisa, besok materi latihan kita tambah dengan keramas... :)

Jumat, 03 Maret 2017

Tantangan#2 hari ke 3

Latihan Mandiri Mandi Sendiri untuk Annisa hari ini berjalan tanpa kendala yang berarti. Sama halnya seperti kemarin pagi dan sore tadi Annisa mandi sendiri. Pasca kegiatan MABIT di sekolahnya, ia semakin bertekat untuk mandiri. 

Satu hal yang dapat saya simpulkan adalah, ternyata bukti konkrit manfaat kemandirian itu penting untuk dirasakan oleh anak yang sedang belajar mandiri.

Terbukti dengan Annisa yang setelah pulang dari kegiatan MABIT mengungkapkan rasa terima kasihnya pada saya karena telah diajarkan mandi dan mengurus keperluan pribadinya sendiri. Sehingga ketika ia harus berada jauh dari orang tuanya ia tidak kebingungan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya.

Kamis, 02 Maret 2017

Tantangan#2 Hari ke 2

Hari ini Alhamdulillah tantangan kemandirian Annisa berjalan lancar. 

Sejak pagi kemarin ia mengikuti kegiatan Malam bina Taqwa (Mabit) disekolahya. Awal berangkat ia sempat dilanda kecemasan, karena ini memang pengalaman pertamanya nginap di luar rumah tanpa kami orang tuanya dan nginep yang bukan dirumah kerabat. Sebentuk kekuatiran terucap dari gadis kecil saya yang baerusia 7 tahun itu. Ia kuatir malam hari tidak bisa tidur, karena tidak ada bunda yang mengusap-usap kakinya sebelum tidur.

Tetiba Annisa berucap, "Bunda, mulai besok kakak ingin belajar bobonya gak usah diusap-usap lagi kakinya"
Saya terpana takjub dan segera mengapresiasi keinginannya, "alhamdulillah, kakak makin hebat. Makin mandiri, bunda bangga sekali sama kakak"
Annisa tersenyum senang memeluk saya.

Sore tadi saat ia kami jemput kesekolahnya usai mabit, mengalirlah ceritanya betapa ia senang selama ini sudah diajarkan mandi sendiri oleh saya, sehingga saat kegiatan nginep di sekolah ia bisa mandi sendiri, tidur tanpa diusap-usap bunda, dan bisa merapikan semua perlengkapannya sendiri. Ia menceritakan beberapa temannya menangis saat waktu mandi karena tidak bisa mandi sendiri dan akhirnya dimandiin oleh ustadzah pembimbing kelompok mereka. 

"Sekarang kakak tau untuk apa bunda minta kakak belajar mandiri", ucapnya.
"menurut kakak untuk apa?, tanya saya sambil tersenyum menatap matanya.
"Biar kalau kakak jauh dari bunda kakak bisa ngurus diri kakak sendiri ya bun, gak nangis kebingungan kaya si A temen kakak itu", ucapnya.
"Betul sekali sayang", sahut saya seraya merengkuh tubuh mungilnya kedalam pelukan saya.

Alhamdulilah...
Ya Illahi Rabbi, bimbinglah kami dalam membersamai anak-anak kami.


Rabu, 01 Maret 2017

Tantangan#2 Hari ke 1

Annisa putri sulung saya berusia 7 tahun, sebenarnya sudah bisa mandi sendiri. Hanya saja kemandiriannya untuk urusan mandi ini masih moody banget. bila sifat kolokannya muncul, maka berhari-hari dia menolak mandi sendiri, maunya dimandiin. Kemandirian untuk selalu mandi sendiri inilah yang saya ingin latihkan secara konsisten pada Annisa.

Kemarin, sambil ngobrol santai saya sampaikan bahwa mulai besok tanggal 1 Maret dia saya ajak belajar konsisten untuk mandi sendiri. Annisa menyepakatinya.

Tapi kenyataan tidaklah semanis senyum Annisa ketika menyepakati ajakkan saya kemarin..hehehee...
Tadi pagi dia merengek minta dimandiin. Saya ingatkan kesepakatan kami, walhasil rengekannya berubah jadi tangisan. Saya peluk dan saya tuntun ke kamar mandi, tapi Annisa menolak dengan gusar. Saya tak bergeming.

Melihat saya tetap pada pendirian, Annisa mulai mengancam tidak mau berangkat sekolah jika tak dimandiin. Saya sampaikan dia akan ketinggalan pelajaran dan tidak bisa ikut ulangan hari ini bila tidak masuk sekolah. Tangisnya makin keras.

Dengan menjaga agar intonasi suara tetap lembut, saya bilang bahwa dia harus segera mandi sendiri dan bersiap berangkat sekolah jika tak ingin terlambat masuk kelas.

Akhirnya sambil terus menangis dan menghentak-hentakan kaki Annisa masuk ke kamar mandi dan mandi sendiri. Usai mandi meskipun dengan mulut manyun Annisa mulai berkemas-kemas menyiapkan keperluan sekolahnya, dan saya dampingi dia kala itu. Saya sampaikan perasaan bahagia dan bangga saya karena dia telah sukses mandi sendiri pagi ini. akhirnya Annisa luluh dan memeluk saya sambil minta maaf atas kejadian tadi.

Alhamdulillah...perjuangan hari pertama berhasil kami taklukkan.