Senin, 31 Juli 2017

Himpunan Di Dapur Bunda

Sore tadi anak-anak riang sekali ketika ikut bunda belanja bulanan ke pasar. Sebelum berangkat ke pasar, kakak Annisa dan dek Zhafira membantu memeriksa kebutuhan harian apa yang sudah habis kemudian bunda menuliskan dalam catatan belanja yang akan dibeli di pasar nanti. 

Dua jam kemudian kami sudah kembali dari pasar dan mulai memilah-milah barang belanjaan untuk disimpan guna keperluan hari-hari berikutnya.

Bunda : " yuk, kelompok sayur sayuran taruh di tampah ini ya. Terus kelompok bawang-bawangan taruh di keranjang merah, kemudian kelompok buah-buahan taruh di keranjang biru yang itu"

Annisa : " oke bunda"

Zhafira : "iya bunda. Bun ini kangkungnya adek taruh di tampah ya"

Bunda : "iya nak"

Annisa : "jeruk sama apel kakak taruh di keranjang biru ya bun."

Bunda : "iya kak. Nah ini bayam dan kol ditaruh dimana yaaa..?

Annisa + Zhafira : "Ditampah buuun.."

Bunda : " bawang merah dan bawang putih di taruh dimanakah..?"

Annisa + Zhafira : "Di keranjang meraaah.."

Kami terus bermain tebakan 'dimanakah tempatnya' hingga semua belanjaan sudah ditempatkan di wadah penyimpanannya masing-masing.

Bunda : " Nah sekarang himpunan sayuran yang ada di tampah kita bungkus koran, lalu simpan di rak kulkas paling bawah."

Annisa : " ouh kelompok itu disebut juga himpunan ya bun..?"

Bunda : " iya sayang"

Zhafira : "kalau gitu himpunan buah adek taruh di meja ya bun"

Bunda : " betul sekali adek, buah diletakan di meja makan."

Annisa : " kalau gitu himpunan bawang kakak simpen di rak bumbu ya bun"

Bunda : " iya kak. Dan makasih anak-anak shaleha bunda atas bantuannya"


#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Minggu, 30 Juli 2017

Dua Puluh Potong Bolu

Hari Ahad ini, kami telah sepakat mendapingi Annisa dan Zhafira belajar membuat bolu pisang kesukaan mereka. Bahan-bahan pembuatnya telah di siapkan sejak sepekan yang lalu. 

Annisa dan Zhafira bergantian menimbang bahan-bahan yang dibutuhkan. Keduanya jadi ketagihan menimbang setelah kemarin mendapat penjelasan tentang berat dan alat ukurnya yaitu timbangan.

Tak butuh waktu terlalu lama hingga kami berhasil membuat sebuah bolu pisang berbentuk bulat seperti roda mobil ayah. Tak sabar ingin segera mencicipi, anak-anak minta agar bolunya segera di potong. Bundapun memotong bolu itu menjadi 20 bagian.

Annisa : " waah asiiik bolunya jadi banyak"
Bunda : "  tapi bolu yang kita buatkan cuma satu kak"
Annisa : "iya tapikan dari satu bolu setelah bunda potong hasilnya jadi banyak. Ini udah masuk ke perut kakak satu potong"
Bunda : " nah itu yang kakak makan hanya seperduapuluhnya kak"
Annisa : " kok namanya seperduapuluh bun?"
Bunda : "iya kak, karena satu bolu kita potong jadi dua puluh. Jadinya, satu potongnya disebut seperduapuluh kak"
Annisa : "kalau kakak makan dua potong berarti udah seberapa itu bunda?"
Bunda : " ya berarti kakak udah makan dua perduapuluh kak"
Annisa : " kok bisa begitu bun?"

Akhirnya sisa pagi kami habiskan dengan seru untuk membahas pecahan dari sebuah bolu pisang.


#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Sabtu, 29 Juli 2017

Berapa Beratnya...?

Hari Sabtu adalah salah satu hari yang dinantikan anak-anak kami, karena di hari itu mereka dilibatkan sebagai koki di dapur bunda. Seperti pagi ini, bunda memberikan dua menu yang salah satunya harus dipilih anak-anak untuk selanjutnya dimasak bersama-sama. Pagi tadi anak-anak memilih puding coklat keju sebagai menu kudapan keluarga untuk hari ini. 

Semua bahan-bahan yang di butuhkan telah di letakkan di meja dapur. Sekarang saatnya menimbang semua bahan sesuai dengan yang dibutuhkan pada resep puding. Kakak caca yang membacakan resep, bunda dan adek yang menimbang dan menakar bahan-bahan yang kakak sebutkan.

Caca : " bubuk jeli 75 gram"
Bunda : " oke, yuk dek kita timbang bubuk jelinya"
Zhafira : " ditimbang itu diapain bun?"
Bunda : "ditimbang itu benda yang ingin kita ketahui beratnya di letakkan diatas timbangan, nanti timbangan akan menunjukan angka yang menupakan berat benda itu dek"
Caca : "ouh..jadi untuk nentuin beratnya ya bun?"
Bunda : "iya kak"
Zhafira : " o adek tau...berarti bubuk jeli ini kita taro di timbangan bun? Trus gimana caranya kita tau berapa beratnya?"
Bunda : " nah sekarang dek taruh jelinya diatas timbangan ini. Karena timbangan kita adalah timbangan digital, nanti timbangan akan mengeluarkan angka yang merupakan berat jeli yang adek taro itu."
Caca : "bun, berarti semua benda bisa kita cari tau dong berapa beratnya?"
Bunda : "bisa kak, semua benda bosa kita ukur beratnya"
Caca : " bunda..berarti mengukur itu macem-macem ya bun? Kemaren kita ngukur tinggi adek sama ngukur panjang meja, ngukur panjang baju adek, ngukur panjang telapak kaki adek, tapi ngukurnya pakai meteran bunda. Kalau yang sekarang ngukurnya pakai timbangan. "
Bunda : " iya kak, kalau kita mengukur harus menggunakan alat, namanya alat ukur. Contohnya, meteran yang kemaren kita pakai untuk mengukur panjang, dan timbangan ini untuk mengukur berat."
Zhafira : "ayo bun kita ukur berat jelinya, biar cepet dimasak, adek udah gak sabar nih pengen makan pudingnya "

Tawa kami pecah mendengan celotehan adek. Lalu proses menimbangpun berlanjut dengan seru.


#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Jumat, 28 Juli 2017

YUK, KITA MENGUKUR

Sore tadi rumah kami.kedatangan ibu-ibu petugas dari RT yang ingin mendata anak usia balita di lingkungan kami. Dek Zhafira salah satunya. Ibu petugas tersebut meninggalkan blanko isian yang harus kami isi. Salah satu data yang diminta adalah tinggi dan berat badan dek Zhafira.

Bunda : "yuk dek, kita ukur dulu tinggi adek."
Zhafira : " Diukurnya itu diapain bunda?"
Bunda  : " Dihitung tinggi badan adek dari telapak kaki sampai ke puncak kepala itu berapa"
Zhafira : " ooooh..trus ngukurnya pakai apa bunda?"
Bunda : " Karena bunda punyanya meteran, jadi kita ukur pakai meteran aja ya"

Lalu kamipun mulai mengukur tinggi badan zhafira.

Zhafira : " Berapa tinggi adek bun?"
Bunda : " 105 cm dek, Alhamdulillah adek udah tambah tinggi."
Zhafira : "Bunda , adek juga mau dong ngukur. Apa lagi yang bisa diukur bun?"
Bunda : "Semua benda bisa kita ukur panjangnya. Yuk, coba kita ukur panjang meja makan kita."
Zhafira : " ayo..ayoo, tapi adek yang ngukur ya bun, bunda ajarin caranya ya.."

Lalu sepanjang sis sorepun kami habiskan untuk mengukur benda-benda yang ada di dalam rumah.


#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Kamis, 27 Juli 2017

Rumah matematika kami

Hari ini bunda pulang lebih awal dari kantor, wah riang sekali kak caca dan dek zhafira menyambut bunda di halaman. Belum lagi bunda masuk ke dalam rumah, mereka sudah riuh mengajak main rumah-rumaan bersaam boneka berbie. Sambil menunggu bunda berganti pakaian, kakak dan adek mengeluarkan barbie beserta rumah dan isinya dari kotak penyimpanan.

Tak lama keduanya sudah asik sekali dalam permainan seru. Berbie caca adalah seorang koki handal yg sedang memasak di dapur. Sedangkan barbie zhafira adalah asistennya.

Caca : "zhafira...tolong ambilkan piring yang oval"
Zhafira : "ini kak", sahutnya sigap sambil menyerahkan piring berbentuk bulat
Caca : " bukan yang ini..tapi piring yang beentuknya ovaaaall"
Zhafira gadis kecil 4th itu celingak celinguk kebingungan, tai tak kehabisan akal diapun menghampiri saya dan berbisik,
Zhafira :" bunda, oval itu yang kaya gimana sih?"
Saya tertawa geli melihat raut wajah kebingungannya.
Bunda : " sini dek, bunda gambarin biar adek tau oval itu seperti apa"
Kemuadian saya mulai membuat gambar bermacam-macam bentuk bangun ruang sederhana.

Bunda : " sebelum main barbie lagi, kita main tebak bentuk dulu yuk, yang bisa nebak lebih banyak maka dialah pemenangnya"
Caca dan zhafira langsung bersorak penuh antusias.
Bunda :" benda apa yang ada dirumah kita yang bentuknya bulat?'
Caca : "piring, panci, bola"
Zhafira "roda mobil ayah, roda motor ayah, roda sepeda kakak, roda kereta kuda barbie. Yeaaayy ...adek yang nemuin paling banyaaak..adek menang..horeee"
Caca : "yeee...itu mah cuma satu..cuma roda doang dek"
Zhafira : " tapikan rodanya banyak kak..jadi adek menang"
Caca penatap mata saya lalu tawa kami berduapun pecah. Permainan tebak bentuk pun berlanjut hingga tiba waktu mandi sore.

#bunsayiip
#ilovematch
#m