Hari ini saya pulang kemalaman. Bukan, bukan karena lembur tapi karena jebakan macet yang luar biasa. Kabarnya terjadi kecelakaan di ruas jalan tol yang mengakibatkan macet dan berdampak ke jalan-jalan di sekitar pintu tol. Jarak tempuh biasa saya butuhkan 45 menit, berubah hampir 3 jam. Alhamdulillah dalam guyuran hujan saya tiba dirumah pukul 18.45 wib. Langsung mandi, shalat dan bersiap menghidangkan makan malam untuk kelurga.
Saya bergerak menuju dapur dan membuka pintu kulkas untuk mengambil bahan makanan yang akan diah jadi hidangan lezat. Namun olalaa...kulkas sepi nyaris tak berpenghuni. Saya lupa mampir ke pasar yang saya lewati saat pulang tadi, padahal tadi pagi sudah diagendakan belanja kebutuhan dapur.
Penghuni terakhir kulkas ini hanya 2 butir telur, 2 ikat kecil kangkung, 1 butir kentang berukuran lumayan besar, 1 butir bakso, 1 batang daun bawang, dan segenggam cabe keriting dan 1 butir tomat. Saya memutar otak bagai mana caranya bahan yang ada mencukupi untuk menu 2 orang dewasa dan 2 orang anak yang belum bisa makan pedas.
Anak-anak mengajukan menu ingin makan dengan lauk telur. Telur hanya ada 2 butir. Saya pandangi bahan 'minimalis' dihadapan saya. Gimana caranya 2 butir telur mencukupi kebutuhan lauk 4 orang? Ahaaa...sebuah ide melintas dipikiran saya. Segera saya kupas satu-satunya kentang yang ada, cuci, kemudian saya parut dengan parutan keju. Parutan kentang yang halis itu saya tambahkan dengan irisan daun bawang dan bawang merah, irisan 2 butir kecil bakso, 2 butir telur, garam, dan sejumput kecil lada. Saua aduk semua hingga bercampur rata, lalu saya goreng. Terbentuklah dadar telur ukuran jumbo didalam penggorengan. Aroma wangi yang keluar dari penggorengan membuat anak-anak berkerumun didepan kompor. Saya lanjutkan dengan menyiapkan tumis kangkungyang saya beri potongan dari setengah bagian tomat. Kemudian saya rebus beberapa butir cabe dan bawang merah, untuk selanjutnya saya uleg bersama setengah bagian tomat yang tersisa.
Taraaa...menu ala emak kepepet telah terhidang di meja makan. Anak-anak dan ayahnya makan dengan lahap sambil beberapa kali mengacungkan jempol kearah saya. Ah, emak ini langsung kenyang sebelum makan oleh rasa bahagia. Alhamdulillah.
#harikesepuluh
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
Jumat, 17 November 2017
Kamis, 16 November 2017
Sarung Payung
Di daerah tempat kami tinggal, sekarang ini hampir setiap hari turun hujan. Sudah sepekan ini hujan turun kalau tak siang ya disore hari. Karena itulah belakangan kendaraan yang sering kami gunakan adalah mobil.
Dua buah payung selalu tersimpan didalam mobil, dan sekarang, kedua payung itu hampir setiap hari pula digunakan. Namun sayangnya setiap kali habis dipakai patung yang basah itu menjadi penyebab basah dan beceknya lantai mobil. Hmm...harus ada wadah untuk meletakkan payung basah agar tak membasahi dan mengotori lantai mobil. Wadah berukuran kecil saja supaya tidak mempersempit ruang gerak dalam mobil. Apa ya kira-kira yang cocok jadi wadah.
Kemudian, ide itu muncul ketika saya melihat kakak Annisa minum dari botol air mineral. Wahh...botol bekas ini bisa berguna utuk wadah payung basah di dalam mobil. Segera saya bongkar tumpukan botol bekas yang memang kami kumpulkan. Saya cari dua botol yang berukuran satu liter. Setelah menemukannya, saya potong bagian mulut dari salah satu botol. Sedangkan botol yang satunya saya potong bagian dasar botol. Setelah itu mulut botol saya masukkan ke botol kedua. Selanjutnya botol itu saya rekatkan pada bagian pojok mobil. Dan tadi hari pertama botol itu kami gunakan untuk menampung payung basah. Ahh...senang sekali rasanya saat melihat hasil karya sendiri dapat bermanfaat.
#harikesembilan
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
Dua buah payung selalu tersimpan didalam mobil, dan sekarang, kedua payung itu hampir setiap hari pula digunakan. Namun sayangnya setiap kali habis dipakai patung yang basah itu menjadi penyebab basah dan beceknya lantai mobil. Hmm...harus ada wadah untuk meletakkan payung basah agar tak membasahi dan mengotori lantai mobil. Wadah berukuran kecil saja supaya tidak mempersempit ruang gerak dalam mobil. Apa ya kira-kira yang cocok jadi wadah.
Kemudian, ide itu muncul ketika saya melihat kakak Annisa minum dari botol air mineral. Wahh...botol bekas ini bisa berguna utuk wadah payung basah di dalam mobil. Segera saya bongkar tumpukan botol bekas yang memang kami kumpulkan. Saya cari dua botol yang berukuran satu liter. Setelah menemukannya, saya potong bagian mulut dari salah satu botol. Sedangkan botol yang satunya saya potong bagian dasar botol. Setelah itu mulut botol saya masukkan ke botol kedua. Selanjutnya botol itu saya rekatkan pada bagian pojok mobil. Dan tadi hari pertama botol itu kami gunakan untuk menampung payung basah. Ahh...senang sekali rasanya saat melihat hasil karya sendiri dapat bermanfaat.
#harikesembilan
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
Rabu, 15 November 2017
Raket Nyamuk Ala Emak
Musim penghujan nampaknya mulai menghampiri daerah tempat tinggal kami, hampir setiap hari selalu turun hujan. Entah ada atau tidak hubungannya dengan musing penghujan, belakangan inipun populasi nyamuk di rumah kami terasa mengalami peningkatan. Terlambat sedikit saja menutup pintu di sore hari, alamat semalaman diserbu nyamuk. Untuk pengaman selama tidur kami menggunakan kelambu disetiap kamar. Namun yang belum aman adalah di ruangan selain kamar terutama ruangan tempat kami beraktivitas di malam hari.
Biasanya ayah sigap mengusir nyamuk dengan raket listrik. namun sudah hampir sebulan terakhir raket itu rusak. Annisa mulai mengeluhkan serbuan nyamuk ketika ia sendang fokus belajar. Zhafirapun mengeluhkan hal yang sama karena nyamuk mengganggu kegiatn bermainnya.
Ahaa...tetiba ide itu muncul di kepala saya. Membuat raket nyamuk dari piring ceper lebar yang terbuat dari plastik ataupun melamin ringan. Seluruh permukaan piring diolesi dengan minyak goreng, lalu piring itu diayunkan kearah nyamuk. Walhasil nyamuk yang tertabrak piring akan nempel di piring berminyak.
Dan yeeaaay...raket nyamuknya berfungsi dengan baik.
#harikedelapan
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
Biasanya ayah sigap mengusir nyamuk dengan raket listrik. namun sudah hampir sebulan terakhir raket itu rusak. Annisa mulai mengeluhkan serbuan nyamuk ketika ia sendang fokus belajar. Zhafirapun mengeluhkan hal yang sama karena nyamuk mengganggu kegiatn bermainnya.
Ahaa...tetiba ide itu muncul di kepala saya. Membuat raket nyamuk dari piring ceper lebar yang terbuat dari plastik ataupun melamin ringan. Seluruh permukaan piring diolesi dengan minyak goreng, lalu piring itu diayunkan kearah nyamuk. Walhasil nyamuk yang tertabrak piring akan nempel di piring berminyak.
Dan yeeaaay...raket nyamuknya berfungsi dengan baik.
#harikedelapan
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
Selasa, 14 November 2017
Hujan Membawa Berkah
Sejak pukul tiga sore tadi kota kami disiram hujan. Biasanya, ba'da ashar adalah jadwal anak-anak bermain di taman komplek yang letaknya persis didepan rumah kami. Zhafira biasanya akan langsung menyerbu ayunan bertali, lalu beralih ke jungkat jangkit, kemudian pindah ke prosotan, dan berlanjut ke tiang gelantungan. Annisa lebih suka bermain sepeda bersama teman-temannya berkeliling di dalam cluster kami.
Namun karena hujan deras sepanjang sore akhirnya anak-anak memilih menahan diri bermain di dalam rumah saja. Di taman hanya terlihat beberapa orang anak laki-laki yang bermain bola sambil mandi hujan, dari sorak sorai mereka nampaknya permainan berlangsung seru sekali.
Annisa dan zhafira menonton anak-anak bermain bola dari balik jendela di lantai dua rumah kami. Dari atas sini pemandangan ke taman memang terlihat utuh. Annisa mulai terlihat bosan. Melihat gelagat yang mulai tak nyaman itu, saya menawarkan beberapa kegiatan yang bisa kami lakukan bersama-sama. Tapi justru ide dari zhafira-lah yang akhirnya kami pilih. Zhafira mengusulkan kami menghias pintu kamar dengan berbagai tempelan pernak pernik.
Semua peralan yang dibutuhkan telah dikeluarkan dan dikumpulkan di depan pintu kamar anak-anak yang akan dihias. Berbagai jenis kertas bekas bungkus kadopun ikut di keluarkan. Stik es krim, tutup botol sirup, doubletip, lem, sedotan warna-warni, pita, kertas origami dan beberapa gambar yang telah diwarnai anak-anak pun ikut di keluarkan.
Lalu kegiatan menggunting dan mengelem berlangsung seru. Satu setengah jam berlalu tak terasa. Pintu kamar selesai di hias. Cantik dan meriah sekali dengan tempelan warna-warni di pintu bercat putih itu. Anak-anak bersorak dan bertepuk tangan riang melihat hasil karyanya.
Alhamdulillah, bahagia itu tidaklah sulit dan insya Allah tak rumit untuk diraih, sore ini ia datang dihantarkan hujan ke hati kami.
#hariketujuh
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
Senin, 13 November 2017
Topeng Bubur Koran
Sore tadi ayah menenteng setumpuk koran bekas yang dibungkus dalam kantong plastik besar. Kata ayah itu adalah koran bekas yang terdapat di pojok gudang di kantor ayah. Ketika bungkus itu dibuka..tarlihatlah koran basah
Minggu, 12 November 2017
Kotak Makan Unik
Seperti kebanyakan anak-anak pada umumnya, Annisa dan Zhafira masih suka heboh memperebutkan ini dan itu. Mulai dari berebut mainan, buku bacaan, kursi, dan ya...apa saja yang bisa diperebutkan. Mungkin karena itulah kerabat dekat kami jika memberikan hadiah selalu dua dan persis sama bendanya.
Seperti hari ini mereka mendapat hadiah kotak makan cantik dari tantenya. Kotak makan berwarna kuning dengan tutup berbentuk kepala hello kitty berwarna hijau muda. Cantik sekali.
Disaat keduanya sedang memeriksa kotak makan masing-masing, tetiba Zhafira melontarkan kekhawatirannya bagaimana jika kedua kotak itu saling bertukar. Saya amati kedua kotak itu memang sama persis. Annisa mengusulkan untuk memberi nama pada tiap kotak dan tutupnya. Tapi saya mengusulkan kotak makanan yang polos itu digambar dan diwarnai oleh pemiliknya. Keduanya bertepuk tangan tanda setuju.
Akhirnya Annisa dan Zhafira menggambar dan mewarnai kotaknya masing-masing, kemudian gambar itu mereka warnai dengan spidol warna warni snowman permanen ukuran M. Annisa membuat gambar bunga-bungaan, sedangkan zhafira membuat gambar favoritnya yaitu hello kitty. Tak sampai satu jam pekerjaan keduanya telah rampung. Wajah keduanya riang puas dengan hasil yang mereka capai.
Sekarang tak sulit lagi membedakan mana kotak milik Annisa dan mana milik Zhafira.
#harikelima
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
Seperti hari ini mereka mendapat hadiah kotak makan cantik dari tantenya. Kotak makan berwarna kuning dengan tutup berbentuk kepala hello kitty berwarna hijau muda. Cantik sekali.
Disaat keduanya sedang memeriksa kotak makan masing-masing, tetiba Zhafira melontarkan kekhawatirannya bagaimana jika kedua kotak itu saling bertukar. Saya amati kedua kotak itu memang sama persis. Annisa mengusulkan untuk memberi nama pada tiap kotak dan tutupnya. Tapi saya mengusulkan kotak makanan yang polos itu digambar dan diwarnai oleh pemiliknya. Keduanya bertepuk tangan tanda setuju.
Akhirnya Annisa dan Zhafira menggambar dan mewarnai kotaknya masing-masing, kemudian gambar itu mereka warnai dengan spidol warna warni snowman permanen ukuran M. Annisa membuat gambar bunga-bungaan, sedangkan zhafira membuat gambar favoritnya yaitu hello kitty. Tak sampai satu jam pekerjaan keduanya telah rampung. Wajah keduanya riang puas dengan hasil yang mereka capai.
Sekarang tak sulit lagi membedakan mana kotak milik Annisa dan mana milik Zhafira.
#harikelima
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
Sabtu, 11 November 2017
Minyak Jelantah
Saya merupakan salah satu dari sekian banyak emak-emak yang dapurnya produktif menghasilkan minyak jelantah. Saya tidak pernah membuang begitu saja minyak bekas menggoreng ini. Di dapur, saya menyiapkan satu buah jerigen khusus untuk menampung minyak jelantah.
Selama ini minyak jelantah saya manfaatkan sebagai bahan bakar pengganti lilin. Teknisnya adalah dengan mengisi sebuah gelas kecil dengan air hingga setengah bagian gelas, lalu setengah bagian lagi saya isi dengan minyak jelantah. Air dan minyak akan memisahkan diri, dengan minyak berada diatas. Lalu ditengan gelas saya letakkan sebuah sumbu yang saya ambil dari lilin. Setiap kali rumah kami terkena pemadaman listrik bergilir, maka lilin minyak jelantah ini selalu saya gunakan.
Selama ini, baru sebatas itulah saya memanfaatkan minyak jelantah. Hingga tadi sore saya menemukan cara lain untuk memanfaatkannya.
Bermula dari pagar rumah yang mendadak sulit dibuka. Tak seperti biasanya, tadi sore ketika saya mendorong pagar agar terbuka lebar, serasa ada yang menahan roda pagar agar tak berputar lancar. Setelah saya amati lebih seksama ternyata memang roda inilah penyebabnya. Roda tak bisa bergulir lancar karena gesekan antara roda dengan porosnya terhalang sedikit karat. Butuh minyak pelumas, pikir saya. Minyak jelantahlah yang kemudian muncul dalam kepala saya sebagai pelumas.
Benar saja, ketika roda pagar saya siram dengan beberapa sendok minyak jelantah, roda bisa bergulir lancar kembali sebagaimana biasanya. Aha..inilah minyak pelumas ala emak-emak macam saya.
#harikeempat
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
Jumat, 10 November 2017
Memasak sim sala bim taraaa...
Entah apalah sebabnya tetiba ketika proses menanak nasi subuh tadi magicom ngadat. Air rebusan sudah hampir mendidih ketika saklar otomatis magicom pindah ke posisi warm. Wah alamat tak selamat nasinya jika begini bisik saya dalam hati. Waktu sudah memepet hidangan sarapan mesti segera tersaji karena para anggota keluarga akan segera berangkat ke tempat aktifitasnya pagi itu.
Berpacu dengan waktu...adrenalin mulai menderas, dengan dada berdebar saya cari panci dan dandang untuk melanjutkan proses menanak nasi. Kompor yg sedianya dipakai memasak sayur dan lauk terpaksa digunakan untuk menanak nasi. Saya harua menemukan cara lauk dan sayur tetap terhidang. Ahaa...saya bisa memasak lauk dan sayur bersamaan dengan menanak nasi.
Saya kupas dan potong wortel serta labu siam kecil, saya bersihkan kacang buncis, semua sayuran ini saya kukus bersama nasi. Karena kami pencinta sambal, sy bersihkan cabe, dan bawang merah juga tomat, semuanya kukus bersama nasi. Untuk lauknya, saya cuci segenggam teri medan lalu beri cabe yg sudah dihaluskan, lalu saya letakkan dalam manggul anti panas dan siram dengan air tajin yg saya ambil dari rebusan beras saat menanak nasi dipanci. Selanjutnya mangkuk tahan panas itu saya masukkan kedalam dandang berisi nasi yg diatasnya telah saya tata sayuran wortel, buncis, labu siap, cabe, bawang dan tomat. Semuanya saya kukus bersamaan. sayuran saya keluarkan duluan ketika kematangannya saya rasa cukup, menyusul cabe, bawang dan tomat yang kemudian saya uleg menjadi sambal lado. Tetakhir nasi dan teri saos tajin matang bersamaan.
Alhamdulillah pagi tadi kami sarapan tepat waktu seperti biasa.
#hariketiga
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
Berpacu dengan waktu...adrenalin mulai menderas, dengan dada berdebar saya cari panci dan dandang untuk melanjutkan proses menanak nasi. Kompor yg sedianya dipakai memasak sayur dan lauk terpaksa digunakan untuk menanak nasi. Saya harua menemukan cara lauk dan sayur tetap terhidang. Ahaa...saya bisa memasak lauk dan sayur bersamaan dengan menanak nasi.
Saya kupas dan potong wortel serta labu siam kecil, saya bersihkan kacang buncis, semua sayuran ini saya kukus bersama nasi. Karena kami pencinta sambal, sy bersihkan cabe, dan bawang merah juga tomat, semuanya kukus bersama nasi. Untuk lauknya, saya cuci segenggam teri medan lalu beri cabe yg sudah dihaluskan, lalu saya letakkan dalam manggul anti panas dan siram dengan air tajin yg saya ambil dari rebusan beras saat menanak nasi dipanci. Selanjutnya mangkuk tahan panas itu saya masukkan kedalam dandang berisi nasi yg diatasnya telah saya tata sayuran wortel, buncis, labu siap, cabe, bawang dan tomat. Semuanya saya kukus bersamaan. sayuran saya keluarkan duluan ketika kematangannya saya rasa cukup, menyusul cabe, bawang dan tomat yang kemudian saya uleg menjadi sambal lado. Tetakhir nasi dan teri saos tajin matang bersamaan.
Alhamdulillah pagi tadi kami sarapan tepat waktu seperti biasa.
#hariketiga
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
Kamis, 09 November 2017
Irit Waktu dalam Menyetrika
Menyetrika pakaian merupakan salah satu tantangan tersendiri yang harus saya taklukan. Sebagai ibu yang juga bekerja di ranah publik, kegiatan.menyetrika menjadi rutinitas sekali sepekan. Jika sudah menyetrika maka saya akan menghabiskan waktu berjam-jam untuk membuat rapih tiap lembar pakaian yang menumpuk membentuk gunungan. Jangan ditanya bagaimana rasanya tiap kali saya menuntaskan gunungan pakaian hingga tersetrika rapih dan wangi. Berjam-jam dengan posisi duduk sudah cukup membuat pinggang jadi sakit dan kaki kesemutan.
Saya harus menemukan cara agar kegiatan menyetrika ini dapat dilakukan dalam waktu yang lebih singkat. Dan hari ini saya menemukan cara itu. Setiap lembar kain yang berukuran lebar seperti seprai, handuk, jilbab segi empat, dan sarung, saya tumpuk sebagai alas setrikaan. Setiap kali satu pakaian saya setrika, maka panas dan tekananya meresap sampai ke alas setrikaan, yang membuat tiap helai alas tersetrikaan secara tidak langsung ikut tersetrika. Hari ini, saya membuktikan dengan cara tersebut saya menghemat waktu hingga tiga puluh persen.
#harikedua
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
Saya harus menemukan cara agar kegiatan menyetrika ini dapat dilakukan dalam waktu yang lebih singkat. Dan hari ini saya menemukan cara itu. Setiap lembar kain yang berukuran lebar seperti seprai, handuk, jilbab segi empat, dan sarung, saya tumpuk sebagai alas setrikaan. Setiap kali satu pakaian saya setrika, maka panas dan tekananya meresap sampai ke alas setrikaan, yang membuat tiap helai alas tersetrikaan secara tidak langsung ikut tersetrika. Hari ini, saya membuktikan dengan cara tersebut saya menghemat waktu hingga tiga puluh persen.
#harikedua
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
Rabu, 08 November 2017
Kelambu Cantik
Tadi pagi dek Zhafira melaporkan bahwa kelambunya robek. Ketika saya periksa ternyata memang terdpat lubang menganga pada dinding sebelah kiri kelambu. Bergegas saya melangkah menuju kotak penyimpanan benang dan jarum jahit, dan segera kembali ke kamar tempat kelambu berada setelah mendapatkan jarum dan benang dengan warna putih sesuai dengan warna kelambu yang robek.
Benang sudah saya masukkan ke lubang jarum, ketika terbayang akan seperti apa hasil jahitan itu nantinya. Bagaikan bekas jahitan luka dikulit manusia. Akan terdapat baret bekas jahitan pada dinding kelambu yang mulus ini.
Hmm...gimana caranya ya supaya lubang kelambu ini bisa ditutupi dengan cantik..? Ah iya ditambal saja menggunakan gambar2 lucu dari kain, baju-baju dek zhafira yang sudah kekecilan dan tak terpakai lagi banyak yang dihias dengan bordiran gambar lucu, yang bisa diambil untuk menambal si kelambu.
Zhafira bersorak girang mendengar ide bundanya, dan segera berlari membongkar tumpukan baju usangnya. Sibuk sekali ia memilih gambar mana yang cocok dan disukainya. Gambar mini mouse sedang menggenggam karangan bungalah yang menjadi pilihan Zhafira. Berhati-hati saya jahitkan bordiran gambar itu menutupi lubang menganga pada kelambu zhafira, dan olalaaa...kelambu zhafira terlihat cantik dengan hiasan mini mouse berwarna merah muda. Zhafira bertepuk tangan dan tertawa senang melihat tampilan baru kelambunya. Alhamdulillah.
#harike1
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
Benang sudah saya masukkan ke lubang jarum, ketika terbayang akan seperti apa hasil jahitan itu nantinya. Bagaikan bekas jahitan luka dikulit manusia. Akan terdapat baret bekas jahitan pada dinding kelambu yang mulus ini.
Hmm...gimana caranya ya supaya lubang kelambu ini bisa ditutupi dengan cantik..? Ah iya ditambal saja menggunakan gambar2 lucu dari kain, baju-baju dek zhafira yang sudah kekecilan dan tak terpakai lagi banyak yang dihias dengan bordiran gambar lucu, yang bisa diambil untuk menambal si kelambu.
Zhafira bersorak girang mendengar ide bundanya, dan segera berlari membongkar tumpukan baju usangnya. Sibuk sekali ia memilih gambar mana yang cocok dan disukainya. Gambar mini mouse sedang menggenggam karangan bungalah yang menjadi pilihan Zhafira. Berhati-hati saya jahitkan bordiran gambar itu menutupi lubang menganga pada kelambu zhafira, dan olalaaa...kelambu zhafira terlihat cantik dengan hiasan mini mouse berwarna merah muda. Zhafira bertepuk tangan dan tertawa senang melihat tampilan baru kelambunya. Alhamdulillah.
#harike1
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
Langganan:
Komentar (Atom)