Pagi ini kak Annisa akan melakukan kegiatan belajar di kebun binatang ragunan yang di koordinir oleh pihak sekolahnya. Sejak kemarin ia sudah sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang harus dibawa untuk kegiatan ini.
Tadi malam, usai kami menyantap hidangan, ayah membuka percakapan.
Besok pagi kakak akan belajar di Ragunan bersama teman-teman dari sekolah. Sudah di periksa semua barang bawaannya kak?, Tanya ayah.
Sudah yah, jawab kakak mantab.
Ayah mengacungkan jempolnya untuk kakak.
Lalu ayah beralih menatap adik, insya Allah hari ahad nanti ayah akan ajak adik ke Ragunan juga, ucap beliau.
Gak mau ahad..adik mau besok sama kakak, teriak adik sambil menangis, menyadari kalau besok pagi ia tak akan diizinkan ikut bersama kakaknya.
Saya menghampiri adik, saya peluk dan usap punggungnya. Setelah tangisnya mereda saya berlutut di depan adik hingga kepala kami sejajar.
Adik, besok kakak berangkat sekolah seperti biasa cuma belajarnya di Ragunan, ucap saya sambil tersenyum.
O..besok kakak bukan jalan-jalan bun?, tanyanya polos.
Bukan diiik...besok itu kakak berangkat sama teman-teman dan ustadzah dari sekolah , timpal kakak.
Bukan nak...besok kakak sekolah, tapi kelasnya numpang di Ragunan, jawab saya diiringi tawa.
Nah...insya Allah ahad nanti ayah akan ajak adik,kakak juga bunda jalan-jalan ke Ragunan juga, gimana..adik mau?, Tanya ayah sambil memeluk adik.
Adik mau..adik mau, teriak bocah 3 tahun itu bertepuk tangan.
Saya dan ayah saling berpandangan dan melempar sanyum lega.
Alhamdulillah, pagi ini kakak berangkat tanpa dilepas tangisan adiknya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar