Hari ini saya merasa gagal melakukan komunikasi produktif pada putri sulug. Sore tadi kakak pulang dari rumah neneknya dengan diantar oleh om-nya. Begitu turun dari motor kakak langsung lari masuk ke dalam rumah tanpa mengucapkan salam dan wajah ditekuk cemberut.
Saya tanya kakak kenapa dijawab dengan kesal, bunda tanya aja sama om.
Saya coba membujuk dengan pertanyaan lain, namun dijawab ketus. Saya yang saat itu baru pulang kerja dengan keadaan masih letih jadi terpancing emosi. Semua berakhir dengan pecahnya tangis kakak karena saya omelin.
Duh, seharusnya saya membantu kakak untuk mengalirkan rasa kesalnya. Membantunya untuk mengungkapkan apa yang terjadi pada dirinya, bukan malah menambah beban rasa di hatinya. Saya bertekad memperbaiki kesalahan ini pada esok hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar