Jumat, 03 Februari 2017

Tantangan#1 hari ke 3

Malam ini saya merasa gagal melakukan komunikasi produktif pada zhafira putri bungsu saya. Usai santap malam, ayahnya pamit berangkat ke steam mobil untuk mencuci mobil kami. Jadilah saya dan anak-anak bertiga saja di rumah.

Annisa putri sulung saya tengah membaca buku. Sementara Zhafira asyik dengan krayon dan kertas gambarnya, dan saya sendiri sedang di dapur mencuci piring, ketika tetiba saya mendengar keributan dari kedua putri saya ini. Bergegas saya hampiri mereka, dan terkejut melihat zhafira sedang menginjak-injak buku pelajaran kakaknya.

Lho adik, kakak, ada apa ini. Adik stop jangan diinjak buku kakaknya nak, ucap saya.

Biarin aja..biarin rusak, teriak adik semakin manjadi. Kakinya menggilas buku itu berulang kali hingga robek tidak karuan.

Kesalahan fatal saya pun terjadi. Tangan saya mengayun memukul kaki bocah yang belum genap 4 tahun itu. Zhafira terperanjat, menatap saya tak percaya pada apa yang baru saja saya lakukan padanya. Ini adalah kali pertama saya memukulnya. Seketika kakinya berhenti menginjak, dengan kepala tertunduk dan wajah murung ia melangkah pelan menuju kamarnya dan meringkuk di kasur sambil menangis. Saya tersadar. saya bergegas menghampiri zhafira dan memeluk tubuh mungil yang sedang pilu itu. permintaan maafpun berhamburan dari mulut saya.
Saya sediiih. pipi saya pun basah.
ahh, betapa saya harus banyak belajar...berlatih....belajar...berlatih..belajar dan berlatih mengendalikan diri ketika emosi menyerang jiwa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar