Namun karena hujan deras sepanjang sore akhirnya anak-anak memilih menahan diri bermain di dalam rumah saja. Di taman hanya terlihat beberapa orang anak laki-laki yang bermain bola sambil mandi hujan, dari sorak sorai mereka nampaknya permainan berlangsung seru sekali.
Annisa dan zhafira menonton anak-anak bermain bola dari balik jendela di lantai dua rumah kami. Dari atas sini pemandangan ke taman memang terlihat utuh. Annisa mulai terlihat bosan. Melihat gelagat yang mulai tak nyaman itu, saya menawarkan beberapa kegiatan yang bisa kami lakukan bersama-sama. Tapi justru ide dari zhafira-lah yang akhirnya kami pilih. Zhafira mengusulkan kami menghias pintu kamar dengan berbagai tempelan pernak pernik.
Semua peralan yang dibutuhkan telah dikeluarkan dan dikumpulkan di depan pintu kamar anak-anak yang akan dihias. Berbagai jenis kertas bekas bungkus kadopun ikut di keluarkan. Stik es krim, tutup botol sirup, doubletip, lem, sedotan warna-warni, pita, kertas origami dan beberapa gambar yang telah diwarnai anak-anak pun ikut di keluarkan.
Lalu kegiatan menggunting dan mengelem berlangsung seru. Satu setengah jam berlalu tak terasa. Pintu kamar selesai di hias. Cantik dan meriah sekali dengan tempelan warna-warni di pintu bercat putih itu. Anak-anak bersorak dan bertepuk tangan riang melihat hasil karyanya.
Alhamdulillah, bahagia itu tidaklah sulit dan insya Allah tak rumit untuk diraih, sore ini ia datang dihantarkan hujan ke hati kami.
#hariketujuh
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
Tidak ada komentar:
Posting Komentar