Kamis, 16 November 2017

Sarung Payung

Di daerah tempat kami tinggal, sekarang ini hampir setiap hari turun hujan. Sudah sepekan ini hujan turun kalau tak siang ya disore hari. Karena itulah belakangan kendaraan yang sering kami gunakan adalah mobil.

Dua buah payung selalu tersimpan didalam mobil, dan sekarang, kedua payung itu hampir setiap hari pula digunakan. Namun sayangnya setiap kali habis dipakai patung yang basah itu  menjadi penyebab basah dan beceknya lantai mobil. Hmm...harus ada wadah untuk meletakkan payung basah agar tak membasahi dan mengotori lantai mobil. Wadah berukuran kecil saja supaya tidak mempersempit ruang gerak dalam mobil. Apa ya kira-kira yang cocok jadi wadah.

Kemudian, ide itu muncul ketika saya melihat kakak Annisa minum dari botol air mineral. Wahh...botol bekas ini bisa berguna utuk wadah payung basah di dalam mobil. Segera saya bongkar tumpukan botol bekas yang memang kami kumpulkan. Saya cari  dua botol yang  berukuran satu liter. Setelah menemukannya, saya potong bagian mulut dari salah satu botol. Sedangkan botol yang satunya saya potong bagian dasar botol. Setelah itu mulut botol saya masukkan ke botol kedua. Selanjutnya botol itu saya rekatkan pada  bagian pojok mobil. Dan tadi hari pertama botol itu kami gunakan untuk menampung payung basah. Ahh...senang sekali rasanya saat melihat  hasil karya sendiri dapat bermanfaat.


#harikesembilan
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Tidak ada komentar:

Posting Komentar