Kamis, 23 Maret 2017

KOKI CILIK PISANG GORENG

Pagi tadi saat sarapan bersama, ayah mengomentari dua setengah sisir pisang kepok yang tergeletak di meja dapur. Hari Ahad lalu kamiendapat kiriman 4 sisir pisang kepok dari mbah.

Ayah : waah..pisang kita sudah mateng banget, Kalau gak segera dimakan, bisa busuk nih. Aduuh kita bisa berdosa membuang-buang makanan kalau pisangnya dibiarkan busik dan dibuang.

Bunda segera memancing dengan ucapan : iya betul yah. Hmm...enaknya diapain ya?

Kak Caca : Dibikin pisang goreng aja bun

Dek Zhafira : Direbus aja bun

Ayah : waah..digoreng ataupun direbus sama enaknya tuh. Tapi ini pisang kita terlalu banyak kalau kita habis berempat.

Kak Caca : gimana kalau abis kakak pulang sekolah pisangnya kita goreng terus nanti sore kakak bawa ke TPA pas kakak ngaji. Trus pas istirahat kakak bagiin ke ustadzah dan teman-taman kakak.

Dek Zhafira : iya..iya kak, adek mau...adek mau, nanti adek yang bungkusin pisang gorengnya ya kak.

Ayah : ide yang cemerlang kak, Ayah setuju.

Bunda : Keren..kereen.

Lalu disepekatilah hari ini kami akan membuat projek dengan judul : Koki Cilik Pisang Goreng. Pimpronya adalah kakak Caca yang merangkap menjadi koki yang akan membuat pisang goreng. Dek Zhafira bertugas sebagai manager packing product. Bunda sebagai asisten koki, dan Ayah bertugas sebagai manager pengadaan bahan baku.

Sebelum berangkat ke kantor, ayah memeriksa semua ketersediaan bahan yang dibutuhkan koki, dan mengumpulkannya di meja dapur.

Akhirnya waktu eksekusipun tiba.
Kak Caca dan dek Zhafira pengupas semua pisang yang akan diolah. Bunda membantu membuat adonan tepung pelapis pisang. Kak Caca menggoreng pisang-pisang itu, sementara itu dek Zhafira sibuk meletakkan tisu dapur diatas piring besar wadah pisang goreng yang sudah matang. 
Setelah pisang goreng tidak terlalu panas, bunda dan kak caca membantu dek zhafira memasukkan pisang goreng ke dalam kemasan plastik yang sudah disiapkan ayah tadi pagi. Semua kegiatan memasak dan mengemas berikut cuci-cuci peralatan selesai dalam waktu 2,5 jam.

Pukul 16.00 kakak berangkat ngaji ke TPA yang letaknya hanya berjarak satu rumah dari rumah kami. Saat santri TPA istirahat dan bermain di taman depan TPA, dek zhafira menyusul ke taman untuk membantu kakak membagikan pisang goreng dan air mineral kemasan.

Malam hari, ketika kami berkumpul di meja makan usai santap malam, ayah bertanya bagaimana pelaksanaan projek hari ini dan apa yang kaka dan adik rasakan.
Seruuu...itu jawaban kompak anak-anak. Alhamdulillah projek pertama kami sukses.

#Hari ke 1
#Projek Keluarga
#Tantangan level 3
#Kuliah Bunda Sayang
#IIP


Tidak ada komentar:

Posting Komentar