Annisa putri sulung saya berusia 7 tahun, sebenarnya sudah bisa mandi sendiri. Hanya saja kemandiriannya untuk urusan mandi ini masih moody banget. bila sifat kolokannya muncul, maka berhari-hari dia menolak mandi sendiri, maunya dimandiin. Kemandirian untuk selalu mandi sendiri inilah yang saya ingin latihkan secara konsisten pada Annisa.
Kemarin, sambil ngobrol santai saya sampaikan bahwa mulai besok tanggal 1 Maret dia saya ajak belajar konsisten untuk mandi sendiri. Annisa menyepakatinya.
Tapi kenyataan tidaklah semanis senyum Annisa ketika menyepakati ajakkan saya kemarin..hehehee...
Tadi pagi dia merengek minta dimandiin. Saya ingatkan kesepakatan kami, walhasil rengekannya berubah jadi tangisan. Saya peluk dan saya tuntun ke kamar mandi, tapi Annisa menolak dengan gusar. Saya tak bergeming.
Melihat saya tetap pada pendirian, Annisa mulai mengancam tidak mau berangkat sekolah jika tak dimandiin. Saya sampaikan dia akan ketinggalan pelajaran dan tidak bisa ikut ulangan hari ini bila tidak masuk sekolah. Tangisnya makin keras.
Dengan menjaga agar intonasi suara tetap lembut, saya bilang bahwa dia harus segera mandi sendiri dan bersiap berangkat sekolah jika tak ingin terlambat masuk kelas.
Akhirnya sambil terus menangis dan menghentak-hentakan kaki Annisa masuk ke kamar mandi dan mandi sendiri. Usai mandi meskipun dengan mulut manyun Annisa mulai berkemas-kemas menyiapkan keperluan sekolahnya, dan saya dampingi dia kala itu. Saya sampaikan perasaan bahagia dan bangga saya karena dia telah sukses mandi sendiri pagi ini. akhirnya Annisa luluh dan memeluk saya sambil minta maaf atas kejadian tadi.
Alhamdulillah...perjuangan hari pertama berhasil kami taklukkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar