Sabtu, 18 Maret 2017

Aliran Rasa 2 #Melatih Kemandirian Anak

Melatih kemandirian pada anak adalah proses yang luar biasa. Sungguh beberapa kali saya dibuat begitu terpana, saat membersamai Annisa sulung saya yang berusia 7 tahun berproses melatih kemandiriannya pada tugas level ke dua kuliah Bunda Sayang ini.

Setelah mendapatkan materi melatih kemandirian anak pada kelas Bunda Sayang ini, maka dengan dukungan suami, saya bulatkan tekad untuk melatih anak-anak saya untuk mandiri, Dengan bermodalkan komunikasi produktif, saya sampaikan ke anak-anak bahwa mulai hari itu kami akan bermain game dengan judul "Akulah si Anak Mandiri". Alhamdulillah, anak-anak menyambut permainan barunya ini dengan antusias.

Kemandirian pertama yang saya latihkan untuk Annisa adalah mandi sendiri setiap kali jam mandi tiba. Dua hari pertama semua berjalan lancar dan dilaluinya dengan riang. Kadarullah, dihari ketiga hingga sepekan kemudian, saya jatuh sakit yang membuat saya hanya bisa berbaring saja. Disinilah mata saya terbuka, Annisa tak hanya mampu mandiri dalam urusan dirinya sendiri, tapi ia juga turun tangan memandikan adiknya yang berusia 3 tahun, dan membantu melayani berbagai kebutuhan adiknya itu.
Oolalaa...kemana saja mata dan fikiran saya selama ini hingga tak melihat dan menyadari bahwa seorang anak sungguh pembelajar dan pejuang sejati.

Tersentak akan kenyataan bahwa seringkali selama ini justru sayalah yang menjadi faktor penghambat proses kemandirian Annisa. salah satu contoh, dia yang sebetulnya sudah bisa mandi sendiri, tetapi saya 'rampas' kesempatannya untuk konsisten berlatih mandi, dengan satu alasan bahwa ibunya ini khawatir mandi Annisa kurang bersih.

Dengan penuh haru saya menyerahkan 'lencana terima kasih' yang disiapkan ayah, pada Annisa.
Satu tekad yang kuat bahwa saya akan terus belajar memantaskan diri menjadi ibu yang sesungguhnya bagi anak-anak saya.
Sungguh materi kedua kelas Bunda Sayang ini telah menyadarkan saya. Terima kasih Bu Septi. Terima kasih IIP.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar